22 July 2018

Jika BG Batal Dilantik, Bambang Soesatyo akan Salahkan Setya Novanto

Konfrontasi - Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPR RI Bambang Soesatyo menyalahkan pimpinan DPR RI, Setya Novanto, soal kemungkinan Presiden Joko Widodo tidak melantik Komjen Pol Budi Gunawan menjadi Kapolri.

"Kalau benar Presiden Jokowi nanti batal melantik Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri, maka ini akan menjadi tamparan keras bagi DPR," kata Bambang Soesatyo melalui pernyataan tertulisnya di Jakarta, Jumat (6/2).

Menurut Bambang, pimpinan Fraksi Partai Golkar DPR RI menyayangkan sikap pimpinan DPR RI yang secara tidak sadar telah merendahkan lembaga yang dipimpinannya saat mereka bertemu Presiden di Istana.

Para pimpinan DPR RI itu, dengan serta merta tanpa minta persetujuan atau membicarakannya lebih dulu dengan pimpinan fraksi-fraksi di DPR RI, memutuskan bahwa DPR RI menyerahkan sepenuhnya keputusan soal Budi Gunawan dilantik atau tidak dilantik kepada Presiden.

"Ini jelas keliru atau 'offside'. Tugas utama Pimpinan DPR RI adalah menjaga marwah institusi DPR sekaligus sebagai juru bicara parlemen sebagaimana diatur dalam UU MD3," katanya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menegaskan pimpinan DPR RI tidak bisa menyimpulkan sendiri pendapat DPR atau membuat agenda-agenda negara yang lain. Suara pimpinan DPR RI, adalah suara DPR RI, bukan suara pribadi-pribadi pimpinan.

"Keputusan pimpinan DPR RI yang menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden soal keputusan dilantik atau tidaknya Budi Gunawan, sekali lagi telah merendahkan martabat DPR," tegasnya.

Bambang menambahkan keputusan pimpinan DPR RI yang menyerahkan jadi atau tidaknya Budi Gunawan dilantik kepada Presiden, jelas bukan suara DPR, tapi suara pribadi pimpinan.

"Kita semua tahu sidang paripurna DPR telah memutuskan dan memberikan persetujuan kepada Budi Gunawan untuk dilantik menjadi Kapolri sebagaimana surat Presiden kepada DPR," katanya.

Menurut Bambang, proses politik di Dewan maupun di Istana, tidak boleh menafikan hukum, tapi di sisi lain menjaga kehormatan lembaga tinggi negara seperti DPR, juga tidak bisa diabaikan begitu saja. (kcm)

Category: 
Loading...