Inikah Balas Budi Rini Soemarno atas Jokowi?

KONFRONTASI- Meneg Rini Soemarno membantah kalau dirinya menghina atau melecehkan Jokowi, sang presiden. Namun munculnya rekaman suara penghinaan terhadap Presiden Jokowi yang diduga dilakukan oleh Menteri BUMN Rini M Soemarno justru akan membahayakan pemerintahan saat ini. Untuk itu diperlukan pembuktian apakah benar itu suara Rini Soemarno atau bukan.

"Ini harus segera dibuktikan, apakah penghinaan itu keluar memang benar dari mulut Rini Soemarno atau bukan. Sebab jika benar, maka hal ini akan mengancam pemerintahan Presiden Jokowi sendiri," kata pengamat politik yang juga merupakan aktivis Barisan Rakyat Peduli Nawa Cita (Bara Nawacita) Ahmad Junaidi di Jakarta, Selasa (30/6/2015).

Ahmad Junaidi menyatakan, dalam rekaman itu disebut bahwa Presiden dinyatakan tidak tahu apa-apa atas pekerjaan Menteri Rini Soemarno.

"Kita harus bisa melihat narasi di sini, 'Presiden Tidak Ngerti Apa-Apa', jelas ini menunjukkan bahwa Menteri BUMN Rini M Soemarno bertindak di luar kendali. Nyawa bahasa ini terlihat jelas bahwa Rini merupakan entitas sendiri yang bergerak di luar kendali Presiden RI," tutur Junaidi.

Junaidi yang merupakan alumnus Pasca Sarjana UI jurusan Leadership Development ini juga menjelaskan bahwa perlu juga diketahui apakah kata-kata itu keluar dari alam bawah sadar Menteri Rini yang tidak disengaja akibat akumulasi posisinya sebagai Menteri yang memiliki pengaruh kuat di tubuh Pemerintah, ataukah kata-kata ini bagian dari strategi Rini yang sengaja dia lontarkan agar dia merasa superior sekalipun berhadapan dengan Presiden secara langsung.

"Bila ucapan Rini Soemarno itu betul dan fakta menunjukkan dirinya berkata seperti itu sesuai dengan isi transkrip, bisa dibilang Pemerintahan Jokowi dalam bahaya," jelasnya.

Apalagi, tambah Junaidi, Menteri Rini telah melakukan teken kontrak hutang untuk perusahaan-perusahaan BUMN sebesar Rp 520 triliun kepada Pemerintahan RRC. Selain itu, Rini juga berperan mengalihkan pos dana BBM Rp 48 triliun yang sedianya untuk ekonomi kerakyatan, tetapi malah dialirkan ke BUMN-BUMN. Dimana penempatan direksi-direksi BUMN proses assesment-nya juga dibawah kendali dirinya.

"Selain itu, Rini Soemarno juga punya pengaruh kuat di Pertamina. Ini artinya, Rini punya kekuatan politik logistik yang kuat," tambah Junaidi.

Karena itu ia berharap, kepemimpinan Presiden harus ditegakkan dengan kuat, karena prinsip pemerintahan kita adalah Presidensial dimana kepemimpinan mengerucut pada satu orang, apabila kemudian Menteri Rini menyatakan dirinya tidak terdikte oleh Presiden sementara Menteri Rini membawa urusan negara, maka manuver-manuvernya bukan hanya membahayakan tapi bisa dikatakan tidak bertanggungjawab.

"Saya juga menelusuri pemberitaan di media-media dengan metodologi Media Monitoring, ternyata memang tone Rini M Soemarno negatif sekali diatas 80% dari seluruh pemberitaan tentang Menteri Rini, menjadi pertanyaan ada apa dengan Menteri Rini sehingga apa yang dilakukannya tidak mendapat respon positif, hal yang berbeda justru dari Menteri Susi dimana respon positifnya tinggi sekali sekitar 70%," imbuhnya.

"Inilah yang membuat saya mengambil kesimpulan Menteri Rini justru menghambat jalannya Pemerintahan Jokowi. Efektifitas Pemerintahan Jokowi akan terganggu apabila Menteri Rini Soemarno dipertahankan," ujarnya. [rok]
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...