2 April 2020

Ini ''Tabokan'' Prabowo Subianto dan SBY untuk Jokowi soal Lesunya Ekonomi dan Ambruknya Rupiah

KONFRONTASI-Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang tembus Rp14 ribu mengundang keprihatinan dari elite partai politik.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, dan SBY (Demokrat), sudah menyampaikan tanggapan alias ''tabokan''  kepada Jokowi dan media. Mau tahu apa tanggapan atau tabokan mereka terhadap kondisi perekonomian saat ini?

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengatakan, satu tahun terbentuknya KMP telah memperjuangkan kelangsungan demokrasi, dan berperan mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasional.

"Namun masih banyak yang harus dilakukan. Kita prihatin dengan kondisi ekonomi bangsa. Rakyat merasakan hidup semakin sulit," kata Prabowo, melalui akun twitternya di @Prabowo08, Kamis (21/5/2015).

Menurutnya, kegaduhan politik yang berkepanjangan menjadi salah satu pemicu perekonomian rakyat semakin memburuk.

"Presiden Jokowi dalam berbagai kesempatan mengatakan, tidak mungkin ekonomi kita maju kalau politik kita terus gaduh," kata Prabowo.

"Kita prihatin bahwa justru banyak kegaduhan-kegaduhan yang tak perlu ditimbulkan oleh beberapa individu dalam pemerintah sendiri," tegas Prabowo.

Selain itu, usai upacara HUT RI ke-70 di Cibinong, Jawa Barat,  Prabowo menyindir pemerintah Jokowi-JK.

Sindiran itu berawal ketika Prabowo mengenalkan para petinggi Koalisi Merah Putih (KMP) yang hadir dalam acara itu dan para petinggi partai kepada para anggota DPR dari Gerindra seluruh Indonesia.

"Saudara di samping saya banyak tokoh-tokoh nasional, ada pak Akbar Tandjung, pak Fadel, Waketum partai Golkar, Mantan Gubernur Gorontalo," kata Prabowo di lokasi upacara, Senin (17/8/2015).

"Sebelah saya ada Presiden PKS yang terbaru pak Sohibul, kemudian ketum PPP yang sah pak ustaz haji Djan Faridz," tambahnya.

Sindiran Prabowo dimulai saat mengenalkan Ketua Dewan Pakar Gerindra Burhanuddin Abdullah.

"Kalau beliau urus ekonomi, rupiah gak akan seperti sekarang. Ada pak Fuad Bawazier kalau beliau urus keuangan, gak akan harga-harga seperti sekarang," sindir Prabowo.

"Ibu Marwah Daud, beliau pimpin koperasi kita (Gerindra), kalau nanti beliau urus koperasi Indonesia, gak ada harga-harga (tinggi) sekarang," tambahnya.

 

RESPON SBY KE JOKOWI

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga ''menabok'' Jokowi dengan mengatakan saat ini diperlukan kepemimpinan yang jelas.

"Kepemimpinan dengan direktif yang jelas;solusi,kebijakan & tindakan yg cepat & tepat;serta dukungan semua pihak," kata SBY melalui twitternya @SBYudhoyono, Selasa (25/8/2015).

Ia menjelaskan saat dirinya menjadi presiden. Pada 2008-2009, pemerintah bisa meminimalkan dampak krisis global karena pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, BUMN, ekonom, dan pimpinan media bersatu.

"Indonesia memang sering alami gejolak. Dlm krisis 98 ekonomi kita jatuh,tetapi dlm krisis gobal 2008 kita selamat. Ambil pengalamanny," katanya.

Di jajaran kabinet dan pemerintah tidak sedikit yang memahami ekonomi dan bisa ikut mengatasi gejolak saat ini. Perlu tim kerja yg solid dan efektif.

"Sy masih percaya pemerintah bisa atasi gejolak ekonomi saat ini. Maaf,sebaiknya lebih fokus & serius, serta cegah hal-hal yg tak perlu," ujarnya.

SBY masih percaya pemerintah bisa mengatasi gejolak ekonomi saat ini. "Maaf,sebaiknya lebih fokus & serius, serta cegah hal-hal yg tak perlu," katanya.

Menurut mantan Presiden ini, manajemen krisis harus diberlakukan. "Jgn "underestimate" & jangan terlambat. Apalagi pasar & pelaku ekonomi mulai cemas," kata SBY. (k-)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...