18 August 2018

Indo Barometer: Jokowi Sebaiknya Tak Ambil Cawapres dari Kalangan Parpol

KONFRONTASI-Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari menilai sebaiknya Jokowi tidak mengambil cawapres dari tokoh partai politik. Sehingga Jokowi dapat menghindari risiko pecahnya koalisi karena perebutan posisi cawapres. 

Menurut Qodari, situasi Jokowi saat ini mirip ketika mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan maju kembali dalam Pilpres 2009. Ketika itu, lanjut Qodari, SBY akhirnya memutuskan memilih mantan Gubernur Bank Indonesia (BI) Boediono sebagai cawapresnya.

"Kalau dipilih salah satu (tokoh partai), yang lain marah dengan risiko membubarkan koalisi. Maka diambil non-partai sama sekali di mana dalam arti semua tak dapat sekalian," kata Qodari.

Adapun, Qodari menilai jika calon yang tepat bagi Jokowi harus diambil berdasarkan kelemahannya saat ini, yaitu isu ekonomi dan agama. Menurut Qodari, dengan begitu Jokowi mampu untuk mengatasi kedua isu yang mudah dipolitisasi tersebut.

Jokowi juga harus dapat memilih sosok cawapres non-partai yang diterima semua golongan. Dengan begitu, keberatan dari koalisi partai pendukungnya pun akan semakin minim.

"Kuncinya ada di Jokowi, makanya dia akan mengambil calon yang resistensinya yang peling rendah," kata dia.[mr/katadata]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...