18 August 2018

Ical Lakukan Blunder, Golkar Kian Kisruh dan Kacau

KONFRONTASI - Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali, Aburizal Bakrie alias Ical dinilai telah melakukan tindakan blunder yang dapat merugikan partai.

Penilaian itu disampaikan pengamat Komunikasi Politik Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing, kepada INILAHCOM, Sabtu (13/6/2015).

Menurutnya, pernyataan Ical yang kembali menyinggung dualisme kepengurusan dalam Rapimnas justru membuat partai tersebut semakin terjepit.

"Itu blunder, akan rugi sendiri nantinya. Kan sudah ditemukan dengan pak JK untuk islah tapi diungkit kembali," kata Emrus.

Selain akan merugikan kubu Ical, kata Emrus, juga akan merugikan partai berlambang pohon beringing itu. Pasalnya, bukan hal yang tidak mungkin kubu Agung Laksono merespon dengan tidak ikut serta di Pilkada 2015.

"Kalau mereka pecah, Golkar sendiri yang rugi di Pilkada, Pilpres, Pileg nantinya," jelasnya.

Menurutnya, masyarakat atau publik akan bertanya apakah kader partai Golkar bisa menjadi pemimpin, karena dalam memimpin partai saja tidak ada dua kubu yang sama-sama mengklaim.

"Emang bisa pimpin masyarakat, pimpin partai aja ribut," tutupnya.

Diketahui, dalam pidatonya di pembukaan Rapimnas VIII Golkar, Aburizal Bakrie kembali menyinggung soal dualisme kepengurusan.

"Kita tahu sekarang mengalami suatu dua kepengurusan padahal sebenarnya dalam UU Parpol tidak ada suatu kepengurusan ganda bila tidak ada suatu protes dalam munas," katanya di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2015).(Juft/Inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...