15 November 2019

Ibu Guru Dipecat Yayasan Lewat WA Gara-gara Beda Pilihan di Pilkada

KONFRONTASI -  Beda pilihan dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat serta Walikota dan Wakil Walikota Bekasi, seorang guru Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) mengaku dipecat melalui Whashapp Grup (WAG) sekolah.

Pemcatan itu menjadi viral di media sosial (Medsos) Facebook, karena suami sang guru mempostingnya, secara runtun dengan cara men-screenshot percakapan sang istri dengan sang kepala sekolah yang selalu disapa ustad.

Robiah, sang guru yang mengajar SDIT Jartisari Kota Bekasi ini saat Pilkada 27 Juni 2018 lalu berbeda pilihan dengan pihak yayasan yang menaungi SDIT tersebut. Awal pemecatan itu setelah pengumuman Quick Count, pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum serta pasangan Walikota dan Wakil Walikota Bekasi Rahmat Effendi dan Tri Adhianto, unggul dalam penghitungan cepat.

Dalam WAG RA,SDIT & SMPIT xxxxx, seorang guru memberi selamat kepada Robiah, “Selamat ya Bu Robiah, jagoannya menang’ dijawab oleh Robiah “Iya Mi”, Namun seseorang yang kemudian disapa ustad menanyakan soal pilihan itu, “Kok bisa ya pilihannya lain, pdhal yayasansdh jelas arahan n pilihannya”, dari perbincangan itulah menjadi dua arah antara sang ustadz yang ternyata kepala sekolah SDIT itu .

“Memangnya knp jika pilihan sy berbeda ustad?”. Sang ustad menjawa “Kalah menang dlm kontestasi pilkada hal bisasam tapi kalaio ada staf yang brani tampilkan perbedaannya itu luar biasa “ ibu khan kerja di bawah yayasan kita, coba kalau kerja dibawahpimpinan Pepen atau RK kemudianpilihan beda apa bisa? Silahkan dipikirkan,”

Dari pembicaraan antara Robiah yang mempertahankan kenapa dia beda pilihan dan kepala SDIT itu pun diakhiri dengan pemacatan, “Kalau gitu kamipun hanya mau kerjasana dg staf yg satuvisi misi n gerak, silahkan kalau ibu tdk nyaman dg kebijaksanaan kami, mash banyak lembaga lauin yg mungkin lebih satu visi misi dg ibu. Smoga ini dipahami n kami sekolah bisa cari staf juga yg sesuai dg kebijan n mau kerjasama.

Postingan di Facebook oleh Andritanto Putra Valora pada Kamis 28 Juni 2018 pukul 14:00 ini sudah dikomentari lebih dari 3 ribu orang dan sudah dibagikan 3.578 kalipada pukul 23:00.

Berbagai tanggapan dan cibiran serta bulian oleh nertizen terhadap aksi sepihak yayan yang memecat gara-gara beda pilihan dalam Pilkada. “Yayasan dengan icon islam kok jiwa dan moralnya murahan, fanatic kok gak pake akal pak..#2019 gantikepala-yayasan, sebut netizen Mezbach El mounier.

Lain lagi dengan sesorang yang siap membantu sang ibu guru karena merasa iba “Jangan takut ibu saya akan membantu karena ada yayasan yang siap menampung sekarang juga” komentar seorangnetizen dari Kota Bekasi.

Dalam awal postingan Adrityanto Putra Valora, mengawali dengan postingan seperti ini .Assalamualaikum warahmatullahi Wabarokatuh

Pilkada Gubernur Jabar dan Walokota Bekasi telah usai.

Kami ucapkan selamat kepada Bapak Ridwan Kamil dan Bapak Uu, sebagai pemenang dalam Pilgub Jabar. Dan kami juga ucapkan selamat kepada Bang Pepen dan Mas Tri sebagai pemenang di pilkada Kota Bekasi.

Pilkada hari kemaren, adalah hari yg tidak akan pernah saya lupakan dalam HIDUP, dan saya nyatakan Alhamdulillah tidak salah pilih berada pada poros RINDU dan Pepen+Tri. Kenapa tidak bisa saya lupakan, karena perbedaan pilihan membuat ISTRI saya dipecat secara tidak hormat di SDIT xxxxxxxxx Bekasi hanya dengan cara diberhentikan lewat WA GROUP karena ikut memilih Ridwan Kamil dan UU untuk Jabar 1 beserta Pepen Tri untuk Kota Bekasi yang menurut mereka bersebrangan dengan pilihan mereka, atau visi misi Yayasan Darun najaat Maza.

Sungguh sebuah penghinaan bagi kami, seorang Guru SDIT diberhentikan karena masalah Beda Pilihan dalam PILKADA, miris, dunia Pendidikan dicampurtangankan oleh kepentingan POLITIK oleh oknum yg tidak bertanggungjawab.

Ya Allah…. Semoga ini jalan terbaik bagi kami, terbebas dari orang2 dzolim.Wassalamu’alaikum. (Jft/Poskota)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...