17 July 2018

Hatta Rajasa Politikus Santun dan Ksatria Sejati, Amien Rais Kekanak-kanakan

KONFRONTASI - Mantan Ketua Umum (Ketum) Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa memberi penjelasan mengenai tudingan Amien Rais terhadapnya, bahwa dia disebut berbohong soal pertemuan dengan Joko Widodo (Jokowi).

Lewat akun Twitter pribadinya, @hattarajasa, mengklarifikasi semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya oleh Amien Rais.

"Tuduhan yang dimaksud adalah mengenai pertemuan saya dengan Presiden terpilih Joko Widodo di rumah Pak Surya Paloh," kicau Hatta, Senin (2/3/2015).

"Perlu saya jelaskan bahwa pertemuan itu benar adanya dan tak ada yang salah dengan hal itu. Sebagai Cawapres yang berkompetisi, saya merasa harus memberikan ucapan selamat kepada Pak Jokowi-JK," imbuhnya.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian itu mengungkapkan, pertemuan itu sebagai perwujudan dari prinsip karakter kesatria yang diyakininya, bahwa sekeras apapun kompetisi, ujungnya harus berjiwa besar.

"Secara etika ini juga sangat mulia, karena dengan pertemuan tersebut suhu politik berangsur kondusif. Saya bertemu Pak Jokowi tanggal 1 September 2014 bukan tanggal 30 September seperti Ia (Amien Rais) tuduhkan dalam pidatonya," ucap Hatta.

Ditegaskan Hatta, dirinya hanya untuk mengucapkan selamat, tidak ada agenda lain, atau ada kesepakatan lain. Dalam pertemuan itu Hatta didampingi Zulkifli Hasan dan Edi Yosfi.

"Kami semua berbicara bersama dengan Presiden terpilih Jokowi. Sebelum saya memutuskan bertemu Presiden Jokowi, saya terlebih dahulu membicarakan dengan Idrus Marham, Sekretaris KMP (Koalisi Merah Putih)," ungkap Hatta.

Hatta melanjutkan, kemudian Idrus menyampaikan hal tersebut kepada Ketua KMP Aburizal Bakrie (Ical). "Sepulang saya dari pertemuan dengan Presiden Jokowi, saya menyampaikan kepada kawan-kawan KMP, baik Golkar, PKS, PAN, dll, tentang hasil pertemuan tsb, ini saya lakukan agar tidak terjadi kesalahpahaman," kata Hatta.

Hal itu dilakukan Hatta hingga saat memimpin PAN. Diakuinya, dia tetap konsisten berada di KMP dan tidak benar kalau dirinya dituduh berbohong.

Amien Kekanak-kanakan

Ketua DPW PAN Papua Abock Bus mengaku kaget dengan pernyataan Ketua Majelis Pertimbangan PAN Amien Rais saat pembukaan Kongres IV PAN, Sabtu (28/2/2015). Menurut dia, tidak sepantasnya tokoh senior sekaliber Amien mengeluarkan pernyataan demikian di depan publik.

"Kami enggak paham ya. Kita semua kaget dengar pidato kemarin. Kami juga tidak tahu apa latar belakang Amien mengeluarkan pernyataan itu," kata Abock di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Minggu (1/3/2015).

Abock pun menduga, tindakan itu dilakukan Amien untuk menarik simpati DPW dan DPD agar memilih jagoannya, Zulkifli Hasan, pada saat pemilihan ketua umum PAN nanti. Menurut dia, saat ini popularitas Amien di kalangan kader sudah menurun.

"Kekanak-kanakan ya karena pendukungnya tidak kuat. Tapi kami tidak tahu juga ya apa motifnya," ujarnya.

Lebih jauh, ia menyesali langkah politik Amien yang mendukung Zulkifli. Menurut dia, sebagai ketua majelis pertimbangan dan sekaligus senior partai, Amien seharusnya tidak memihak salah satu pihak.

"Pak Amien seharusnya duduk sebagai ketua dan pembina yang adil, berdiri sama rata. (Amien) sudah secepatnya diganti," ujarnya.[ian/kmp/snw]

 

Category: 
Loading...