17 August 2018

Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Ajukan Kasasi Atas Vonis 15 Tahun Penjara

KONFRONTASI -   Gubernur nonaktif Sulawesi Tenggara Nur Alam bakal mengajukan kasasi atas vonis yang dijatuhkan oleh Hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Dari hukuman 12 tahun menjadi menjadi 15 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan kurungan.

"Tentu (kami) akan kasasi," kata kuasa hukum Nur Alam, Maqdir Ismail saat dikonfirmasi, Jumat (20/7).

Dirinya pun menegaskan, vonis kepada kliennya itu tidak masuk akal. Karena, ia berpendapat bukti yang dimiliki KPK hanyalah keterangan ahli yang bermasalah.

Namun, Maqdir mengaku, belum bertemu dengan Nur Alam usai mengetahui vonis yang semakin memperberat hukuman kliennya itu.

Nur Alam dinyatakan terbukti menyalahgunakan wewenang selaku Gubernur dalam memberikan Persetujuan Pencadangan Wilayah Pertambangan, Persetujuan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Eksplorasi.

Kemudian, Persetujuan Peningkatan IUP Eksplorasi menjadi IUP Operasi Produksi kepada PT Anugerah Harisma Barakah (AHB).

Nur Alam terbukti merugikan negara sebesar Rp 1,5 triliun.

Atas dasar itu, Majelis hakim Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menerima permintaan banding dari Jaksa KPK.

Selain pidana penjara, majelis hakim juga menjatuhkan denda kepada Nur Alam sebesar Rp1 miliar, dengan ketentuan apabila denda tersebut tak dibayar maka diganti dengan pidana kurang selama enam bulan.

Nur Alam juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp2,7 miliar dengan ketentuan apabila tidak membayar dalam waktu satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta benda Nur Alam akan disita atau diganti dengan pidana selama satu tahun.

Meskipun demikian, vonis Nur Alam pada tingkat banding ini masih lebih rendah dari tuntutan jaksa KPK. Sebelumnya jaksa KPK menuntut Nur Alam dengan hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar subsidier satu tahun kurungan.(KONF/SKALA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...