Golkar Kubu Agung Usul Dana Aspirasi Untuk Operasional Partai

Konfrontasi - Partai Golkar kubu Agung Laksono menolak usulan dana aspirasi sebesar Rp 11,2 triliun untuk DPR atau Rp 20 miliar per anggota DPR setiap tahunnya. 

Bukan dihapus, Golkar kubu Agung berpendapat sebaiknya dana tersebut dialokasikan untuk pembiayaan yang lain.

"Hentikan dana aspirasi, sebaiknya dialihkan untuk pembiayaan pendidikan, kaderisasi dan regenerasi parpol," kata Ketua DPP Golkarnya Agung, Agun Gunandjar Sudarsa dalam keterangannya kepada redaksi, Minggu (21/6).

Menurut dia, pembiayaan pendidikan, kaderisasi dan regenerasi parpol merupakan amanat undang-undang, yakni Pasal 34 ayat 3a dan 3b UU No 2 tahun 2011 tentang Perubahan UU No 2 tahun 2008 tentang Partai Politik. 

Namun karena besarnya pembiayaan, parpol tidak maksimal menjalankan fungsi-fungsi utamanya itu. 

Tak hanya itu, parpol bahkan cenderung dikuasai para "pengusaha atau pemodal" yang mengakibatkan terjadinya politik pragmatis, transaksional, nepotis dengan kepemimpinan yang oligarkis. 

Undang-undang menyebut parpol sebagai satu-satunya lembaga yang memiliki fungsi pengisian jabatan-jabatan politik kenegaraan di pusat dan daerah, eksekutif dan legislatif. 

Oleh karenanya, kata Agung, maka perlu disiapkan kader-kader terbaiknya yang betul bisa dan faham mengurus rakyat. Inilah perlunya pendidikan politik, kaderisasi dan regenerasi berkelanjutan. 

"Semua itu fungsi-fungsi utama parpol yang membutuhkan biaya besar. Jika bisa dipenuhi, maka demokrasi tidak lagi sebatas prosedural tapi bisa menyentuh esenensi dan filosofi yang sesungguhnya yakni berpihak pada rakyat yang ingin hidup bebas dan sejahtera," tukasnya. (mg/rol)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...