Gara-gara Jokowi, Harga BBM Indonesia Lebih Mahal dari Singapura

KONFRONTASI - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pasti diikuti oleh inflasi. Berdasarkan kalkulasi Bank Indonesia, setiap kenaikan BBM sebesar Rp1.000 maka akan meningkatkan inflasi sebesar 1,3 persen. Jika saat ini BBM dinaikkan Rp2.000, maka akan terjadi kenaikan inflasi 2,9 persen.

"Otomatis kemiskinan meningkat. Setiap kenaikan harga BBM pasti akan diikuti kenaikan jumlah masyarakat miskin. Sebab garis kemiskinan dibentuk oleh komoditas kebutuhan pokok," kata Wakil Ketua DPR Fadli Zon Selasa, 18 November 2014.

Menurutnya, kenaikan harga BBM juga akan menggerus daya beli masyarakat akibat kenaikan harga pangan dan transportasi.

"Sebelum BBM naik, harga-harga barang sudah tinggi. Apalagi sekarang setelah kenaikan harga BBM. Di sisi lain, tidak serta merta seluruh pendapatan rakyat Indonesia juga dinaikkan," ujarnya.

Fadli menilai kebijakan yang diambil oleh pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mencari jalan pintas dalam mengelola negara. Padahal banyak cara lain untuk mensejahterakan rakyat tanpa mengurangi subsidi BBM.

"Misalnya dengan memperbaharui kontrak karya dengan perusahaan asing, pengembangan energi alternatif secara serius, dan melakukan aktifitas penambangan migas di wilayah timur Indonesia yang selama ini belum maksimal," ujarnya.

Fadli mencontohkan di Singapura harga BBM hanya Rp8.000, tetapi Indonesia justu menetapkan harga lebih tinggi dari Singapura yakni Rp8.500.

"Jangan sampai justru ini memuluskan industri hilir seperti koorporasi asing untuk berbisnis di Indonesia," katanya.[ian/vv]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA