20 November 2019

FFH: Megawati Tak Tergantikan untuk Pimpin PDIP. Regenerasi Masih Jauh

JAKARTA- PDIP masih berpegang pada Megawati. Karena miskin kader, Megawati Soekarnoputri diprediksi masih akan bertahan sebagai ketua umum PDIP. Trah Soekarno masih kuat di kandang banteng.

Seperti diungkap analis senior The Founding Fathers House (FFH) Dian Permata, Kongres PDIP yang direncanakan pada April 2015, tidak akan meriah. Pasalnya, Megawati belum rela untuk turun dari panggung kekuasaan.

"Sinyalnya mudah sekali. Jauh-jauh hari sudah muncul suara dari daerah yang minta Megawati bertahan. Alasannya, Megawati adalah sosok perekat dan panutan. Dia dianggap bisa menganalisasi bibit konflik di internal. Alhasil, PDIP di bawah Megawati terjaga soliditasnya. Selain itu, PDIP sulit dilepaskan dari trah Soekarno yang mengalir kuat di Megawati," terang Dian, Rabu (17/12/2014).

Selain itu, lanjut Dian, kaderisasi di kubu banteng gemuk, boleh di bilang tidak berjalan mulus. Fenomena politik riilnya, kader muda potensial di PDIP malah banyak yang tergusur.

"Dulu, kita lekat dengan nama Erros Djarot, Laksamana Sukardi, Roy BB Janis, Arifin Panigoro, Noviantika Nasution. Mereka adalah kader PDIP yang potensial. Ketika mencoba peruntungan untuk menjadi pimpinan, mereka malah mental. Tidak kuat menahan kesaktian politik trah Soekarno," katanya.

Terkait hasil survei Cyrus Network yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai tokoh yang paling pantas memimpin PDIP, menurut Dian, tidak sesuai dengan realitas politik terkini.

 

"Realitasnya, PDIP tak bisa lepas dari trah Soekarno. Nilai-nilai marhaenisme yang dibangun Soekarno di PNI sangat terasa di PDIP. Tak heran kalau trah Soekarno yang paling berpeluang memimpin PDIP," paparnya.

 

Ya, beberapa waktu lalu, survei Cyrus Network terhadap 1.200 responden menempatkan Jokowi di posisi teratas dengan 26,1 persen dukungan. Disusul Puan Maharani dengan 18,6 persen. Sedangkan Megawati di posisi buncit dengan 16,7 persen. [gus]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...