Elektabilitas Golkar Turun, Gerindra Sebut-sebut Jokowi

Konfrontasi - Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Ferry Juliantono menilai, turunnya elektabilitas Golkar dan disebut menjadi di bawah Gerindra merupakan akibat dari akumulasi persoalan-persoalan yang ada di internal Golkar.

"Saya rasa mungkin soal Golkar ini kan pengaruh Golkarnya sejak Pak Jokowi berkuasa dan Menkumham Pak Yasonna Laoly yang namanya juga disebut, Itu kan sudah menyatakan aspek legalitas dari Golkar bermasalah," kata Ferry di Warung Daun, Jakarta, Sabtu 16 Desember 2017.

Menurut dia, adanya dualisme kepemimpinan Golkar yang memiliki efek terhadap menurunnya elektabilitas Golkar. Di antaranya juga termasuk kasus Ketua Umum Golkar Setya Novanto. "Ya kalau dibilang kasusnya Pak Novanto ya, tapi pengaruhnya sudah akumulatif cukup lama terjadi," kata Ferry.

Ia mengatakan, saat ini Gerindra sebenarnya sedang melakukan kegiatan kepartaian yang diharapkan akan bisa menumbuhkan kepercayaan masyarakat.

"Ada faktor di luar Golkar yang juga berpengaruh terhadap naiknya eletablitas Gerindra. Ya enggak mencari keuntungan juga (dari Golkar)," kata Ferry.

Sebelumnya, elektabilitas Partai Golkar turun bila dibandingkan dengan Partai Gerindra. Hasil ini berdasarkan survei yang dilakukan Lingkaran Survei Indonesia pada 1 hingga 14 November 2017.

Responden ditanya soal partai mana yang akan dipilih apabila Pemilu dilakukan saat ini. Sebanyak 24,2 persen menjatuhkan pilihan kepada PDI-P. Gerindra berada di urutan kedua dengan 13,0 persen. Lalu Partai Golkar di urutan ketiga dengan 11,6 persen. (vv/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...