Duet Jokowi-Gatot bakal 'Serem' di mata Rakyat dan Pesaing

JAKARTA- Duet Jokowi-Gatot Nurmantyo bakal ''serem''  di mata rakyat  dan pesaing politik mereka ketika nanti berhadapan dengan pesaing politik untuk berlaga di Pilpres 2019. Sementara Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Prabowo Subianto mengaku prihatin terhadap kondisi negara sekarang ini.

"Kita melihat yang salah dibenarkan, yang benar disalahkan. Kita melihat yang berkuasa adalah orang yang punya uang, bukan orang yang jujur, orang yang punya akhlak, orang yang punya iman, atau orang yang punya ilmu," kata Prabowo, Minggu (23/7/2017).

Prabowo prihatin sebagian kekayaan bangsa Indonesia dikuasai kekuatan ekonomi asing. Ia menyerukan diubahnya sistem ekonomi saat ini agar lebih memiliki semangat kerakyatan.

"Kalau kita tidak mengubah sistem, percuma," katanya.

Prabowo juga mengkritik sebagian elite politik dan kekuasaan di Indonesia, menurutnya elit di Indonesia sudah hampir tidak bisa diharapkan lagi.

"Para elite seharusnya berani dan mampu menjaga kepentingan rakyat dan kekayaan bangsa Indonesia. Rakyat mendambakan pemimpin-pemimpin yang baik, yang mampu menjaga kepentingan rakyat dan berani," ujarnya.

Di samping itu, mantan Danjen Kopassus itu menyerukan agar perdamaian dan itikad baik tetap dijaga. Sebab, Indonesia memiliki aset berupa demokrasi yang harus dijaga bersama apalagi demokrasi ini dibangun dengan susah-payah.

"Banyak yang bingung bagaimana Indonesia dari rezim militer menjadi negara demokrasi," katanya.

Ia menilai demokrasi menjadi terancam jika semua bisa dibeli, namun Prabowo meminta rakyat tetap optimis dan tetap kompak sebagaimana yang ditunjukkan dalam Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Intinya mau saya katakan negara dalam keadaan susah, tetapi kita masih punya semangat," katanya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menduga Jenderal TNI Gatot Nurmantyo 'dipelihara' Partai Nasional Demokrat (Nasdem). Meski dinilai kerap berseberangan sikap dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Gatot masih dipertahankan sebagai Panglima TNI.

Partai besutan Surya Paloh tersebut baru-baru ini menghembuskan wacana mengusung Gatot mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

"Jangan-jangan Nasdem yang memilihara Gatot sampek sekarang," ucap Pangi kepada INILAHCOM, Selasa (25/7/2017).

Wacana Jokowi-Gatot yang dihembuskan Partai Nasdem berpotensi memenangkan konstelasi pesta demokrasi 2019. Elektabilitas Jokowi semakin melonjak dengan bergabungnya Gatot karena masyarakat muslim yang menaruh simpati terhadap Panglima TNI itu.

Sebagaimana diberitakan, Partai Nasdem mewacanakan untuk mengusung Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mendampingi Presiden Jokowi nanti. Wacana itu dihembuskan anggota Dewan Pakar NasDem Taufiqulhadi. [rok]

 

 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...