25 September 2018

Dilirik PAN dan PKS, Gatot Nurmantyo Memenuhi Syarat Maju Capres

KONFRONTASI - Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno menilai Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo memenuhi persyaratan untuk maju dalam pemilihan presiden (pilpres) 2019. "Memenuhi syarat untuk maju, dari segi karier, pengalaman. Persyaratan terpenuhi," ujar Eddy Sabtu, 10 Maret 2018.

Bukan hanya memenuhi syarat, Eddy mengatakan Gatot memiliki modal popularitas yang tinggi. Apalagi, selama menjabat sebagai panglima, perwira TNI bintang empat itu dinilai memiliki rekam jejak yang baik.

 Namun, menurut Eddy, kans Gatot diusung oleh partai politik bergantung pada komunikasi politik yang dijalin sang Jenderal dengan partai-partai.

Relawan Selendang Putih Nusantara akan mendeklarasikan mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo menjadi calon presiden dalam pilpres 2019. Ketua Bidang Media dan Informasi Relawan Selendang Putih Nusantara, Ahmad Ahyar, mengatakan relawan telah menjajaki komunikasi dengan dua partai, yaitu Partai Amanat Nasional dan Partai Keadilan Sejahtera.

"Responsnya positif, tapi belum ikut dalam deklarasi itu," ujar Ahyar kepada Tempo, Sabtu, 10 Maret. Relawan, kata Ahyar, intens berkomunikasi dengan PAN, tapi belum ada kepastian yang dihasilkan dalam komunikasi itu.

Eddy menolak berbicara banyak mengenai peluang Gatot diusung oleh PAN. Alasannya, terlalu dini untuk dibicarakan sekarang. Partai yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan itu, menurut Eddy, baru akan memformulasikan arah politiknya pada rapat kerja nasional akhir April nanti.

"Tentu nama-nama yang beredar selama ini akan kita jadikan bahan pertimbangan dalam rakernas nanti," kata dia. Partainya tengah menjalin berkomunikasi dengan seluruh tokoh politik yang berpeluang untuk maju dalam pilpres 2019. "Untuk sama-sama menjajaki kesamaan visi, gagasan, dan kesamaan tujuan untuk membangun Indonesia pasca-2019."

Meski begitu, Ahyar optimistis Gatot akan melaju dalam kontes politik tahun depan. "Kalau lihat peluangnya, ya dibanding nama-nama lain yang ada, kami optimistis Pak Gatot paling layak di 2019." Relawan pendukung Gatot, kata Ahyar, berkomunikasi dengan seluruh tokoh politik, seluruh capres, dan berpeluang maju untuk menjajaki kesamaan visi dan gagasan.

PAN dan PKS Lirik Gatot Nurmantyo?

PAN dan PKS menanggapi klaim Relawan Selendang Putih Nusantara soal penjajakan untuk mengusung mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo sebagai calon presiden 2019.

Sekjen PAN, Eddy Soeparno enggan mengomentari klaim Relawan Selendang Putih Nusantara. Sebab, menurut dia, hal tersebut adalah perkara internal yang tidak bisa diungkapkan ke publik. Namun, dia memastikan partainya tengah berkomunikasi dengan seluruh tokoh politik yang berpeluang maju sebagai calon presiden. "Untuk sama-sama menjajaki kesamaan visi dan gagasan, serta kesamaan tujuan untuk membangun Indonesia pasca-2019," ujar dia ketika dihubungi Sabtu, 10 Maret 2018.

Relawan Selendang Putih Nusantara dalam waktu dekat akan mendeklarasikan Gatot Nurmantyo menjadi calon presiden dalam pilpres 2019. Ketua Bidang Media dan Informasi RSPN Ahmad Ahyar mengatakan relawan telah menjajaki komunikasi dengan dua partai, yaitu PAN dan PKS.

Menurut Eddy, arah politik PAN, baru akan diformulasikan saat rapat kerja nasional yang digelar pada akhir April mendatang. "Tapi tentu nama-nama yang beredar selama ini akan kita jadikan bahan pertimbangan dalam rakernas nanti."

Kendati begitu, Eddy senang jika Gatot akhirnya mendeklarasikan diri sebagai capres. Sebab, itu menunjukkan bahwa putra-putra terbaik Indonesia siap untuk maju dalam pesta demokrasi 2019.

Mardani Ali Sera dari PKS juga mengapresiasi Gatot yang akhirnya akan memperjelas statusnya sebagai calon presiden. Dengan begitu, Mardani menyarankan Gatot untuk segera mendekati partai politik. "Kami juga ingin mengucapkan selamat datang di medan pengabdian baru di ranah politik."

Mardani mengatakan bahwa saat ini hubungan antara Gatot Nurmantyo dan PKS baik. Dia pun menuturkan partainya akan memusyawarahkan semua kandidat yang mungkin bisa dicalonkan. Walaupun, untuk saat ini, ujar Mardani, PKS masih berfokus pada 9 kader internal yang direkomendasikan Majelis Syuro pada 14 Januari 2018 untuk maju menjadi capres atau cawapres.[tmp/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  



Berita lainnya

loading...