Diharapkan Jokowi Konsisten Menghadirkan Figur-figur Baru, LBP Cukup Sampai di Sini

Oleh: Syah'roni Prima

 

 

Jokowi tengah menggelar "beauty contest" terhadap para calon menterinya. Hingga kini patut diapresiasi langkah Jokowi yang mengundang figur-figur baru untuk mengisi kabinetnya, termasuk mengundang petinggi Partai Gerindra sebagai upaya rekonsiliasi. Diharapkan Jokowi konsisten menghadirkan figur-figur baru. Kalau pun tetap mempertahankan figur lama haruslah yang terbukti konstribusinya membawa kemajuan bagi bangsa dan negara. Figur lama yang hanya menjadi beban harus disingkirkan.

 

Di antara figur lama yang harus dievaluasi adalah Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) yang dalam Kabinet Kerja I pernah menjabat sebagai Kepala KSP, Menko Polhukam dan Menko Kemaritiman. Sumber: Istimewa Rekam jejak selama bercokol di kabinet lebih banyak merugikan dibanding kemanfaatannya. LBP selalu menawarkan solusi yang melibatkan China untuk mengatasi permasalahan bangsa. Misalnya yang teraktual, dalam kasus tekornya BPJS Kesehatan, LBP menawarkan asuransi China. Selain orientasinya yang cenderung condong ke China, LBP juga terlihat mementingkan bisnisnya sendiri. Awal tahun 2018, LBP meresmikan gedung mewahnya Sopo Del Tower di kawasan Mega Kuningan Jakarta.

 

Tidak sampai di situ, publik dikejutkan kepindahan kantor Pertamina ke gedung milik LBP. Sulit untuk tidak menyimpulkan bahwa kepindahan kantor Pertamina ke Sopo Del Tower ada intervensi kekuasaan dibaliknya. Bisnis LBP boleh moncer. Punya gedung super mewah. Punya penyewa yang bonafide sekelas BUMN Pertamina. Namun, kondisi suram terlihat pada bidang kerja kemaritiman yang diembannya. Sopo Del. Sumber: Istimewa Prestasi yang memalukan adalah keputusan impor garam. Indonesia yang merupakan pemilik pantai terpanjang kedua di dunia tak sepantasnya impor garam.

Kegagalan lainnya, gagal mewujudkan tol laut, gagal meningkatkan produksi minyak dan gas, kunjungan wisatawan asing masih di bawah Thailand, Malaysia dan Singapura, dan yang terpenting adalah gagal fokus pada bidang kerjanya, karena LBP gemar mengurusi bidang kementerian lainnya. Sudah tepat kiranya jika Presiden Jokowi mengakhiri LBP dari pusaran kekuasaan. Jakarta, 22 Oktober 2019 Syah'roni Prima, Ketua Presidium PRIMA (Perhimpunan Masyarakat Madani) (jft/C&R)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA