Di Balik Kepentingan Sri Mulyani Dominasi Pansel OJK: Maju Cawapres 2019?

KONFRONTASI- Berbagai kalangan mencurigai dan mempertanyakan motivasi Menkeu Sri Mulyani (Srikandi Neoliberalisme) sebagai ketua pansel selekse OJK. Para analis  dan aktivis menduga Sri Mulyani punya visi-misi tersembunyi yakni mengumpulkan dana untuk maju sebagai cawapres 2019. ''Oleh sebab itu DPR harus mengusut motivasi politik Sri Mulyani  itu. Sejauh ini motiv dan kepentingan Sri Mulyani sudah  tercium para aktivis dan  analis yang menyesalkan Menkeu mendominasi pansel OJK,'' kata pengamat politik Reinhard MSc dan Muslim Arbi.

Dominasi Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Panitia Seleksi (Pansel) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sangat terlihat dan sulit ditutupi. Fenomena ini menggambarkan betapa berkuasanya seorang Sri Mulyani, yang konon sudah diincar PKS atau parpol lain untuk jadi cawapres  pada 2019.
"Saat ini, Sri Mulyani adalah the real president di sektor ekonomi. Dia kuasai moneter, keuangan. Dan OJK sebagai lembaga pengawas industri keuangan, ingin dia genggam pula," ujar peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng kepada wartawan di Jakarta, Jumat (3/3/17).

Dia menengarai upaya Sri Mulyani menguasai OJK merupakan bagian dari skenario besar mantan Managing Director World Bank itu untuk melantai di bursa Pilpres 2019.

"OJK mengelola aset industri keuangan hingga puluhan ribu triliun. Tentu ini lahan yang gurih untuk dikuasai," katanya.

Kecurigaan yang sama disampaikan ekonom senior DR. Rizal Ramli. Rizal menduga ada upaya menempatkan orang-orang Sri Mulyani di OJK.

"Jika ini terjadi, OJK tak akan independen lagi. OJK jangan sampai hanya diisi oleh geng-geng SMI. Bahaya!" katanya.

Direktur Centre for Budget Analysis Uchok Sky Khadafi melihat ada banyak kejanggalan dan keanehan dalam proses seleksi. Banyak calon yang memiliki kapasitas dan kemampuan justru tidak lolos.

Kabarnya, Gubernur BI Agus Martowardojo selaku anggota Pansel sempat berdebat keras dengan Sri Mulyani sebagai ketua pansel saat penentuan kandidat yang lolos seleksi. Namun, Agus memilih untuk mundur dan mengalah.

Selain itu, pengumuman 35 calon komisioner OJK yang lolos seleksi tahap II dilakukan saat Menko Perekonomian Darmin Nasution yang juga anggota pansel, melakukan kunjungan kerja ke Iran. Sangat mungkin Menko Darmin tak diberi tahu soal pengumuman tersebut.

"Pansel OJK banyak mengakomodir pihak dari pemerintahan sebelumnya mengingat Sri Mulyani dan Agus Martowardjojo merupakan warisan pemerintahan SBY," katanya.

Beberapa nama yang diduga dekat dengan rezim pemerintahan SBY adalah Agus Santoso, Ahmad Junaedy Ganie, Dewi Hanggaraeni, Prof Firmanzah Ph.D (mantan staf khusus), Drs Freddy R Saragih, Prof Haryono Umar, Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Maliki Heru Santoso, Riswinandi, Sigit Pramono, dan Tirta Segara.

"Dalam tanda kutip pesanan. Kalau tidak mau diindikasikan seperti itu, ayo buka-bukaan. Karena orang-orang yang lolos di mata publik agak janggal dan aneh. Yang bagus justru gak lolos," kata dia. [zul]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA