Detektif Swasta di Pusaran Skandal Perselingkuhan

KONFRONTASI - Angel mengomandoi bisnis jasa detektif swasta dengan 350 agen tersebar di seluruh Indonesia. Mayoritas targetnya: kaum hidung belang.
Ide menggunakan jasa detektif terbersit begitu saja di kepala Lili, bukan nama sebenarnya, setelah mendengar cerita sepupunya pertengahan 2018 lalu. Sang sepupu curiga suaminya selingkuh.

Setelah berkonsultasi dan negosiasi, Lili dan sepupunya menyewa jasa detektif untuk menyelidiki dugaan perselingkuhan itu. Biayanya Rp 50 juta untuk jangka waktu sepekan.

"Itu langsung bayar di muka. Jadi kita bayar langsung mereka, langsung kerjain," ungkap Lili kepada kumparan

Sehari kemudian, Lili mendapat laporan pergerakan suami sepupunya dari agen detektif. Tiga hari kemudian, Lili mendapat informasi target berada di sebuah hotel di luar kota dengan perempuan lain. "Sepupu aku nyusul ke sana. Langsung di-gap-in di sana," tutur Lili.

 
 

Ilustrasi selingkuh. Foto: Getty Images

Suami sepupu Lili tak bisa mengelak. Berselang tiga hari kemudian, mereka memutuskan bercerai. Perselingkuhan suami sepupu Lili merupakan satu dari sederet kasus yang diungkap Detektif Angel, penyedia jasa detektif swasta yang disewa Lili melalui situs detektifangel.com.

Nama Angel diambil dari nama sang pemiliknya. Kepada kumparan, ia mengklaim sebagai satu-satunya perempuan yang menggeluti bisnis jasa detektif swasta di Indonesia.

Bisnis telik sandi dirintisnya sejak 2003 silam. Bermula dari membantu orang-orang terdekat menyelidiki masalah perselingkuhan, pamor Angel sebagai detektif menyebar dari mulut ke mulut.

Ia memutuskan menyeriusinya dengan membangun perusahaan jasa detektif swasta setahun kemudian. Ia mulai merekrut orang sebagai agen.

Kini, Angel punya 350-an agen di seluruh Indonesia. "Di luar negeri juga sudah ada, di Amerika, Eropa, Asia, juga ada," ungkapnya.

 

Infografis Laris Manis Bisnis Detektif Swasta Foto: Nunki/kumparan

Ada lima orang koordinator di setiap daerah yang menjadi orang kepercayaan Angel. Mereka bertugas melatih agen baru untuk melakukan investigasi di lapangan. Bila sudah siap, barulah agen baru mendapat penugasan.

Persyaratan menjadi seorang agen detektif, lanjut Angel, tak main-main. Selain mahir berkendara dan berbahasa asing, Angel juga menuntut mereka siap 24 jam kapan pun dibutuhkan.

Yang tak kalah penting, kata Angel, seorang detektif harus pandai memutar otak demi berjaga-jaga jika terjadi hal-hal tak terduga selama proses pengintaian berlangsung.

"Detektif itu kan harus cerdas buat di lapangan, menganalisa, menyamar," ujarnya.

Bisnisnya tumbuh dengan pesat setelah 15 tahun berdiri. "Satu hari saja saya bisa terima klien itu sampai puluhan. Berjalan sampai sekarang," katanya.

Angel berani mematok tarif fantastis. Nominalnya bervariasi dari puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung tingkat kesulitan setiap kasus yang ditangani.

"Kalau untuk dipukul rata, ya paling dari 35 juta sampai unlimited," Angel buka-bukaan soal tarif yang ia pasang khusus untuk menangani kasus perselingkuhan.

 

ilustrasi uang Foto: Shutterstock

Dengan biaya jasa yang tinggi, klien detektif swasta adalah kalangan atas, mulai dari pengusaha, pejabat, hingga artis.

Jasa yang ditawarkan Detektif Angel tak cuma penyelidikan kasus perselingkuhan. Angel juga menawarkan jasa pengawasan anak hingga pengecekan latar belakang seseorang. Meski begitu, mayoritas permintaan klien lebih seputar pemecahan kasus perselingkuhan.

Detektif Angel banyak diminta memata-matai para suami yang diduga main serong dengan perempuan lain. Menurut Angel, kebanyakan klien mereka adalah para istri yang ingin mendapatkan bukti perselingkuhan pasangan mereka.

"Apakah pasangan itu memang berselingkuh atau tidak. Itu kan harus dicari kebenarannya. Mereka (klien) kan cari bukti," ujarnya.

Tren penggunaan jasa detektif untuk kasus asmara juga dialami Andri, sebut saja begitu, pemilik jasadetektifswasta.net. Ia, misalnya, menangani 48 kasus bulan Juni lalu yang semuanya terkait perselingkuhan.

Andri memulai bisnisnya pada 2005. Sebelumnya, ia juga menjadi detektif swasta di London, Inggris, sejak 2002. Kemudian, ia memutuskan pulang ke tanah air dan membuka jasa penyelidikan sendiri.

Penggunaan jasa detektif swasta untuk kasus perselingkuhan, menurutnya, jarang ditemui di Inggris. Orang Inggris, lanjutnya, lebih banyak menggunakan detektif swasta untuk pengecekan DNA atau pencarian orang hilang

Andy Bramantyo, pemilik Eye Detective, punya analisa kenapa jasa detektif swasta didominasi kasus perselingkuhan. Ia menilai, ranah privasi tak bisa dijangkau instansi penegak hukum.

 
 

Andy Bramantyo, Pemilik Eye Detective Foto: Farida Yulistiana/kumparan

"Tidak mungkin sebuah instansi kepolisian menangani masalah perselingkuhan," ungkap pria yang membuka jasa detektif swasta sejak 2008 itu saat berbincang dengan kumparan Rabu (19/6). "Makanya kita buat seperti ini (jasa detektif swasta) karena di masyarakat diterima."

Lima puluh persen permintaan jasa kepada Eye Detective, diakuinya selalu berkaitan dengan masalah percintaan. Permintaan yang tinggi membuat pemain di bisnis ini lumayan banyak.

Jessica, seorang agen Eye Detective, mengaku beberapa kali bertemu agen dari perusahaan jasa detektif lain di lapangan. Rupanya ada saja klien yang menyewa jasa dari beberapa detektif sekaligus untuk satu target yang sama.

"Kita tuh sesama agen biasanya saling kenal. Walaupun beda perusahaan," kata Jessica

Penggunaan jasa detektif swasta, menurut psikolog klinis Roslina Verauli, mengindikasikan pola hubungan tak saling percaya dalam relasi. Ia mengatakan, tanda-tandanya adalah keengganan saling bersikap terbuka

Bila sudah demikian, maka terjadilah kegagalan dalam berkomunikasi karena pemahaman individu yang rendah. "Sehingga ketika menemukan kendala ketika anaknya pergi ke mana aja, pasangannya pergi ke mana aja mereka pakai tenaga ahli detektif swasta untuk dapat info," imbuh Vera.

Baginya, penyelesaian konflik dalam sebuah hubungan dengan bantuan detektif jauh dari ideal. Ia menekankan pentingnya membangun komunikasi yang efektif, mendalam, dan hangat.

Vera mencermati pergeseran nilai dalam masyarakat. "Tren dalam kehidupan berkeluarga atau pasangan memang setiap orang di era ini kita no time for love," sebut Vera.

 

Roslina Verauli, M. Psi., Psi, Foto: Winda Dwiastuti/kumparan

Orang akhirnya tidak punya waktu untuk membangun kedekatan emosional dalam keluarga. Penyebabnya menurut Vera beragam. Bisa karena jam kerja yang panjang dan semakin tinggi, serta adanya tekanan dalam pekerjaan. "Akhirnya mengandalkan pihak ketiga, ya ke psikolog, ke detektif," Vera menjelaskan.

Di Indonesia, industri jasa detektif swasta masih berada di wilayah abu-abu. Tak ada aturan khusus yang melarang, tapi juga tak ada yang mengatur. Menurut Andri, yang pernah menjadi detektif swasta di Inggris, kondisinya berbeda dengan di beberapa negara lain.

Karena itu, setiap agensi detektif swasta punya kode etik masing-masing. Setiap agensi berusaha agar saat beroperasi tak melanggar hukum. Sebagai contoh, agen sedapat mungkin tak masuk ke ruang privat.

"Kita mengacu pada undang-undang yang ada lah. Karena legalisasinya masih dilematis," ucap Andy.(jft/kumparan)

 
 
 
 
 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...