Demonstran Mahasiswa tolak BBM Naik, Menilai Jokowi Jumawa

MAKASSAR- Presiden Joko Widodo harus mendinginkan situasi keamanan terkait maraknya demo kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, terakhir seorang warga tewas di Makassar saat berdemo kenaikan harga BBM.

"Kalimat-kalimat provokatif Jokowi, jangan ada lagi. Kalimat seperti nanti juga orang akan minta selfie lagi, itu jangan diucapkan lagi. Jokowi sering berlaku jemawa, dan anggap enteng masalah," kata Wasekjen Demokrat, Ramadhan Pohan, Kamis (27/11/2014).

Mengenai masalah BBM, kata Pohan, Jokowi seharusnya sensitif dan memiliki empati. "Baru sebulan jalankan kekuasaan, kebijakan Jokowi sudah makan korban nyawa. Tidak bisa tidak, Presiden harus keluarkan pernyataan meneduhkan suasana. Beliau wajib berbelasungkawa atas tewasnya rakyatnya sendiri," tuturnya.

Seperti diketahui, seorang warga tewas saat berunjuk rasa menolak naiknya harga BBM di depan kantor Gubernur Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar Kamis (27/11/14) malam ini.

Warga yang bernama Ari, tewas diduga terkena lemparan batu saat polisi membubarkan kerumunan mahasiswa dan warga. Unjuk rasa yang berlangsung sejak sore tadi, berakhir dengan aksi saling lempar batu antara mahasiswa dibantu warga melawan polisi dibantu PNS Pemprov Sulsel.

 

MENINGGAL

Meninggalnya Ary (17), warga Jalan Pampang 1, dalam unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Kamis (27/11/2014), karena terkena lemparan batu oleh pengunjuk rasa dari mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI). Hal itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi. 

Menurut Endi, Ary yang biasa membantu atur arus lalu lintas di depan kampus UMI dengan meminta bayaran dari pengguna jalan alias Pak "Ogah" ikut dalam kelompok mahasiswa pendemo. Korban terlibat bentrokan di depan kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo. 

"Ada foto-fotonya Ary ikut dalam bentrokan melempari polisi dengan batu dan beberapa kali melepaskan anak panah. Ary terkena batu temannya sendiri dari belakang hingga terjatuh. Saat terjatuh, Ary pun terinjak-injak oleh ratusan massa yang berlarian diburu oleh mobil AVC. Jadi saat mobil AVC berhenti, dilihatlah Ary tersungkur bersimbah darah," ungkap Endi, Kamis. 

Endi pun membantah adanya isu bahwa Ary digilas mobil AVC dan kepalanya terkena selongsong tembakan gas air mata.

"Jadi semua isu itu tidak benar, dan ada yang memprovokasi kejadian ini. Mahasiswa UMI bergabung dengan warga Jalan Pampang demo tolak kenaikan BBM serta menyerang kantor Gubernur Sulsel. Semua ini kayak terstruktur atau terskenario," tegasnya.

Soal warga yang menyerang balik mahasiswa ke dalam kampusnya dan membakar 5 motor serta sebuah pos satpam kampus, Endi mengaku masih melakukan penyelidikan.

Sebelumnya diberitakan, bentrokan antara mahasiswa UMI dibantu warga Jalan Pampang ini menewaskan seorang pemuda, Ary (17), warga Jalan Pampang 1. Ary tewas di lokasi bentrokan dengan luka robek di kepala bagian belakang.(KCM/Ferdinand Waskita)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA