Demo HMI terhadap Dubes China di Jakarta Bela Muslim Uighur

KONFRONTASI- Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demonstrasi di depan Kedutaan Besar China, Jalan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (14/12). Mereka mengecam perlakuan Pemerintah China terhadap umat muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.
Massa mulai memadati lokasi sekitar pukul 10.00 WIB. Puluhan peserta aksi itu menyampaikan orasinya di depan Kedubes China.

Dalam keterangan tertulisnya, Pengurus Besar HMI mengecam dan meminta Pemerintah China untuk menyudahi penindasan terhadap Muslim Uighur di Provinsi Xinjiang.

"Pemerintah lokal Xinjiang yang didominasi etnis Han, sudah sejak lama berusia melucuti keislaman Uighur lewat penerbitan berbagai undang-undang, dokumen resmi, dan peraturan lainnya, yang melucuti agama dan membatasi aktivitas beragama," tulis PB HMI dalam keterangan pers kepada Kumparan.com, Selasa (14/12).

 
Massa HMI demo, depan Kedubes China, kecam penindasan muslim Uighur

Massa HMI demo di depan Kedubes China kecam penindasan muslim Uighur. (Foto: Dok. Istimewa)

Selain itu, menurut HMI, seluruh negara-negara yang mayoritas berpenduduk muslim harus memberi tekanan kepada Pemerintah China untuk segera menghentikan penindasan dan menjamin hak-hak muslim Uighur.
 
"PB HMI menuntut agar Pemerintah China menjamin dan melindungi hak muslim Uighur untuk bebas beribadah dan menjalankan syariat agama Islam yang merupakan bagian dari HAM," jelasnya.
Lebih lanjut, apabila tuntutan itu tidak diindahkan, HMI mendesak pemerintah China untuk segera angkat kaki dari Republik Indonesia.
 
 
"Di Indonesia tidak ada tempat untuk negara penindas Muslim dan Pelanggar HAM," tutupnya.
 
 
Massa HMI demo, depan Kedubes China, kecam penindasan muslim Uighur

Massa HMI demo di depan Kedubes China kecam penindasan muslim Uighur. (Foto: Dok. Istimewa)

Pemerintah China diberitakan membentuk penjara rahasia khusus umat Islam yang dituduh ekstremis. Kebanyakan yang dipenjara adalah warga Muslim Uighur dan beberapa warga asing dari Kazakhstan. Di tempat ini mereka didoktrin mencintai Partai Komunis China dan meninggalkan agamanya.
 
 
Hal ini diungkap oleh kantor berita Amerika Serikat, Associated Press (AP), yang juga dikutip oleh berbagai media kenamaan dunia lainnya seperti New York Times, ABC News, dan The Independent dari Inggris. AP berhasil mendapatkan pengakuan mantan tahanan di penjara itu, seorang pria Kazakhstan bernama Omir Bekali.
 
 
ADVERTISEMENT
Bekali dipenjara di sebuah tempat rahasia selama delapan bulan tahun lalu. Dia mengaku mendapatkan penyiksaan, didoktrin komunis, dan dipaksa tidak menjalankan ajaran agamanya. Siksaan psikis adalah yang paling berat, dia harus menyatakan sumpah setia kepada Partai Komunis China dan menghina agama dan sukunya sendiri.

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...