Dedi Mulyadi: Gagasan Pemikiran Akademis Bukan Ujaran Kebencian

Konfrontasi - Ketua Tim Kampanye Daerah (TKD) Jawa Barat untuk Jokowi-Maruf Amin, Dedi Mulyadi meminta semua kalangan menghentikan budaya lapor-melapor karena perbedaan gagasan pemikiran yang bersifat intelektual atau akademis.

Pernyataan itu disampaikan mantan Bupati Purwakarta itu terkait dengan pelaporan terhadap pengamat politik dan filsuf Rocky Gerung kepada kepolisian atas dugaan penistaan agama. Bagi Dedi, yang disampaikan Rocky itu bersifat pemikiran intelektual dan akademis.

“Bagi saya, saya tidak menyepakati siapa pun, baik dari kubu 01 atau 02 memidanakan gagasan atau pikiran akademis. Gagasan pemikiran akademis bukan ujaran kebencian," ujarnya seperti dikutip RMOL, Kamis (31/1/2019).

Budayawan Jabar itu menilai, kriminalisasi ide atau gagasan hanya akan membangkrutkan khasanah intelektual. Ia meminta budaya mengkriminalisasi ide atau gagasan tersebut dihentikan.

“Apakah kepada Pak Rocky Gerung atau siapa saja. Tolong hentikan kriminalisasi gagasan atau intelektual. Itu hanya akan membangkrutkan khasanah intelektual," ujar dia. 

Dedi juga meminta semua pihak menghormati kebebasan berpikir. Jika ada yang tidak sepakat dengan gagasan dan pikiran itu, lawanlah pula dengan ide dan pikiran. 

“Hentikan kriminalisasi intelektualitas karena akan menjadi masyarakat bodoh," imbau Dedi.

Mantan bupati dua periode itu juga mengajak masyarakat untuk menggunakan kekuatan logika dalam menyelesaikan problem bangsa, bukan logika kekuatan.

"Logika kekuatan dengan kerumunan itu hanya akan melahirkan kebodohan baru," tandas dia. (rmol/mg)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA