Dari Panggung Debat Capres II, Maruarar Sirait: Pernyataan Jokowi Benar atau Salah Ditentukan Bawaslu dan KPU

KONFRONTASI -  Anggota DPR RI Fraksi PDIP pendukung capres – cawapres Jokowi – Ma’ruf Amin, Maruarar Sirait menyatakan, soal salah atau tidak dalam hal debat capres kedua, ada Bawaslu dan KPU yang menentukan. Semua sudah mempercayakan kepada dua lembaga tersebut.

“Menurut saya, beda antara black campaign dan negative campaign. Black campaign adalah fitnah. Jelas tidak boleh. Tapi kalau negatif campaign adalah sesuatu yang negatif yang menyangkut seseorang, yang siapapun itu, publik berhak tahu. Ini menurut saya,” kata Mauarar Sirait dalam diskusi Dialektika Demokrasi
dengan “Batasan Norma Dalam Debat Capres” di Presroom DPR RI, Kamis (21/2/2019)

Jadi, jika bicara dalam konteks pertanyaan paslon 2, terkait masalah tanah capres nomor 1, menurut Mauarar, Jokowi bicara soal pengelolaan, ada kepemilikan, begitu.

“Kita terbuka saja. Saya sangat senang terbuka , siapa yang mendapat pengolahan lahan? Tahun berapa? Di pemerintahan siapa? Apa alasannya? Punya track record sebagai pengusaha nggak?” kata Mauarar.

Karena, meburut Mauarar, semua berproses. Misal ada yang proses dapat lahan sekian sekian, sekian, Apa alasannya? apa benang merahnya? Mari kita berpolitik berargumentasi. Kemudian, punya record tidak menjadi pengusaha di bidang A? Kalau tidak, terus tiba-tiba kenapa bisa dapat lahan banyak sekali untuk dikelola begitu , tentu pertanyaan-pertanyaan kritis Ini yang harus dijawab.

“Mari kita tanya, orangkan berproses, bertumbuh dari pengusaha kecil, menengah besar. Ada juga yang tiba-tiba jadi pengusaha besar sekali. Nah, ini bagaimana caranya? Saya saja jadi politisi berproses. Jadi pengurus PDI-Perjuangan di Jawa Barat dua priode, kemudian di DPP. Semua hidup itu berproses,” katanya.

“Sekarang saya masuk ke Bapak Jokowi. Dikatakan ada pimpinan, ada manajer, ada tukang. Tidak apa-apa. Jokowi sudah biasa dihina sejak dulu. Tapi masyarakat itu melihat recordsnya, rakyat juga bisa lihat bagaimana dia jadi walikota, gubernur dan presiden dan ga ada yang sempurna dan pasti ada kekurangan di Jokowi. Tetapi masyarakat masih melihat kelebihannya, terbukti Jokowi tak pernah kalah dalam kontestasi politik dipilih langsung,” kata Mauarar lagi. (jft/BeritaBuana)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...