29 March 2020

Dari Lawakan Freeport dan Setnov, Tawa Megawati sampai Isu Suap ke MKD DPR

Candaan Dedi "Miing" Gumelar, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) yang juga komedian, sontak membuat Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tertawa.

Lawakan ini disampaikan Miing saat menjadi pembawa acara pembukaan pergelaran ketoprak bertema "Bangun Majapahit" yang digelar PDI-P di Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Kamis (26/11/2015).

Di tengah kata pengantarnya, Miing tiba-tiba mengangkat telepon selulernya kemudian berbicara dengan seseorang.

"Halo, oh Nov, ini saya lagi mengisi acara," ujar Miing. Kemudian Miing pun menyinggung soal trending topic dengan orang yang menghubunginya itu.

"Oh iya jadi trending topic, trending topic, dan semoga jadi hidayah juga ya," ucap Miing.

Tawa pun pecah seketika dari bangku penonton, tak terkecuali Megawati.

Banyak penonton yang hadir menduga candaan Miing berkaitan dengan isu terhangat "papa minta saham" dan dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden yang diduga dilakukan Ketua Dewan Perwakilan Setya Novanto.

Namun, Miing buru-buru menjelaskan dengan siapa dia berbicara. Ia mengaku kepada para penonton bahwa ia berbicara dengan mantan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Andrinov Chaniago, supaya penonton tidak menduga-duga.

"Ini, tadi Pak Andrinov, mantan menteri," kilah Miing.

Selain itu, personel grup lawak Bagito (bukan Ngelaba seperti disebutkan sebelumnya) itu juga meledek Bambang Pamungkas, pesepak bola yang kebetulan menjadi salah satu pemain dalam ketoprak tersebut. Celotehannya kembali membuat penonton tertawa, termasuk Megawati.

"Bambang Pamungkas ini pemain sepak bola. Karena PSSI dibekukan, sekarang main ketoprak," seloroh Miing.

Dalam acara ini, selain Megawati, hadir juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayah, Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto, dan sejumlah politisi PDI Perjuangan lainnya.
Di tengah sorotan masyarakat tentang dugaan pencatutan nama Presiden dan Wakil Presiden oleh Ketua DPR RI Setya Novanto, muncul desas-desus tentang adanya upaya suap kepada Mahkamah Kehormatan Dewan yang tengah menangani kasus tersebut.

Seperti dikabarkan oleh Tribunnews.com, Wakil Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan Junimart Girsang sempat mengatakan bahwa ada oknum yang menyiapkan uang terkait kasus tersebut.

"Siap enggak buat... 2 juta (dollar AS) sudah siap," kata Junimart menirukan ucapan oknum tersebut seperti dikutip Tribunnews.com, Selasa (24/11/2015).

Junimart tidak menjelaskan lebih detail tentang maksud oknum yang mendatanginya tersebut. "Gue bilang, enggak bisa gue," kata dia.

Politisi PDI Perjuangan itu mengatakan, oknum tersebut adalah salah seorang anggota DPR. Menurut oknum itu, uang tersebut juga mengalir ke tenaga ahli di MKD.

Junimart mengaku sudah mengonfirmasi hal tersebut kepada salah seorang tenaga ahli dan dibantah.

"Benar enggaknya, dia (tenaga ahli) yang tahu. Gue enggak mau tahu, tinggal cross check saja," kata dia.

Membantah

Ketika Kompas.com mengonfirmasi hal tersebut, Kamis (26/11/2015), Junimart menampik adanya oknum DPR yang menawarkan uang.

Menurut dia, memang ada sejumlah anggota DPR yang melobinya agar ia tidak bersikap terlalu keras dalam masalah ini.

"Ya, biasa, ketemu teman, 'Gimana situasi, Bang? Aman? Tolong dibantulah itu teman kita'. Saya jawab, 'Ya, nantilah kita lihat ya di persidangan'," kata Junimart.

Ia mengatakan bahwa tidak pernah ada yang melobi hingga menawarkan uang.

"Kalau ada yang berani nawarin gue begitu, konyol itu, mana berani," kata dia.

Secara terpisah, Ketua MKD Surahman Hidayat menyatakan tidak pernah ditawari apa pun dalam penanganan kasus tersebut. Politisi Partai Keadilan Sejahtera itu tidak mau ambil pusing dengan pengakuan Junimart.

"Enggak usah MKD disibukkan yang lain, harus fokus. MKD tidak perlu urus soal isu, urus tupoksi (tugas pokok dan fungsi) saja. Ini sudah berat. Fokus, biar cepat selesai," kata Surahman.

Anggota MKD, Syarifudin Sudding, juga mengaku tidak pernah ada tawaran untuk mengamankan kasus itu.

Politisi Partai Hanura itu mendorong Junimart untuk membuka siapa oknum anggota DPR yang berupaya melakukan suap itu. Ia ingin agar Junimart mengklarifikasi hal tersebut pada rapat internal MKD.

"Saya kira kita akan meminta dan mendesak Junimart untuk membuka karena ini sudah percobaan penyuapan, melakukan tindakan percobaan penyuapan," kata dia (KCM/Konf/inilah)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...