20 June 2018

Capres 2019: Gatot Nurmantyo Lebih Mantap dari Ani

KONFRONTASI - Direktur Eksekutif Segitiga Institute, Muhammad Sukron mengatakan tingkat elektabilitas Ani Yudhoyono masih harus diuji sebelum maju dalam Pilpres 2019. Sebab tak selamanya popularitas yang tinggi sejalan dengan angka elektoral.

"Dalam konteks ini, Ibu Ani harus mengikis habis kesan negatif publik pada Demokrat. Tahun 2014 lalu, publik mencitrakan Demokrat sebagai partai yang dipenuhi oknum korup. Ini harus dikikis," katanya (Rabu, 16/3).

Januari lalu, Segitiga Institute sudah merilis hasil survei. Dalam survei tersebut terungkap bahwa Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bisa menjadi ancaman sangat nyata bagi elektabilitas Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang

Hasil jejak pendapat yang dilakukan lembaga survei Segitiga Institute membeberkan tingkat elektabilitas Gatot mencapai 35,9 persen, lebih unggul dari tiga mantan panglima TNI sebelumnya. Sisanya, 22,6 persen responden memilih Moeldoko, 27,4 persen responden memilih Djoko Suyatno, sementara Agus Suhartono 14,1 persen.

Namun saat nama Gatot disandingkan Presiden Jokowi, mantan gubernur DKI Jakarta itu tetap mendapat persentasi pemilih yang tinggi. Jokowi unggul dengan posisi 59,3 persen, sementara Gatot berada di posisi 38,5 persen. Sedangkan responden yang tidak memilih hanya sebesar 2,2 persen

Meski persentase antarkeduanya terpaut cukup jauh, Sukron menilai elektabilitas Gatot masih akan terus meningkat seiring waktu pelaksanaan Pilpres 2019. Angka ini sangat mengancam Jokowi, dengan jangka waktu sekitar tiga tahun lagi menjelang Pilpres, Gatot menjadi ancaman nyata bagi Jokowi.

Dengan kehadiran Ani, ungkap Sukron, tentu saja akan mengubah peta. Namun demikian, posisi Gatot masih di atas Ani, bila melihat kecenderungan publik yang belakangan ini merindukan kembali sosok militer.

Dalam survei awal Januari lalu, jelas Sukron, 40,5 persen responden menghendaki presiden RI periode 2019-2024 kembali dipegang latar belakang militer. 21,4 persen responden tidak mempersoalkan presiden dari kalangan sipil maupun militer, sedangkan 10,8 persen menjawab tidak tahu.

"Ani Yudhoyono bisa dikesankan dekat dengan militer. Namun 2019 merupakan senjakala SBY, sementara Gatot yang berkibar. Dengan demikian, tanpa upaya keras, saya percaya angka elektoral Ani tentu saja di bawah Gatot. Gatot lebih menjual daripada Ani untuk melawan Jokowi," demikian Sukron.[ian/rm]

Category: 
Loading...