15 June 2021

Budayawan Melayu Tuntut Effendi Simbolon Minta Maaf

KONFRONTASI-Reaksi keras muncul atas pernyataan Effendi Simbolon mengaitkan sikap tiga partai politik asal Koalisi Merah Putih (KMP) yang berubah haluan mendukung pemerintahan Jokowi-JK dengan budaya Melayu.

Masyarakat Melayu di Kepulauan Riau merasa kesal. Pasalnya, pernyataan politikus PDIP itu menyiratkan demokrasi ala Melayu menjadi berkonotasi negatif.

Budayawan Kepulauan Riau, Husnizar Hood menganggap pernyataan Effendi sebagai sebuah pelecehan tak mendasar. Analogi yang digunakan juga tidak mencerminkan realitas sebenarnya.

"Ini sangat melukai kami. Karena itu, Effendi harus datang ke Penyengat dan meminta maaf pada orang Melayu. Kenapa harus ke Penyengat, itu adalah titik temu orang Melayu," ujar adik kandung tokoh pembentukan Provinsi Kepri, Huzrin Hood itu, seperti diberitakan batampos.co.id.

Sebelumnya, Effendi secara blak-blakan menyebut bergabungnya tiga partai politik asal Koalisi Merah Putih (KMP) ke kabinet Presiden Joko Widodo merupakan bentuk politik ala Melayu yang tidak punya idealisme. Sebab, PAN, PPP dan Golkar sebelumnya memang menjadi pendukung Prabowo Subianto di pemilu presiden 2014 lalu.

“Mungkin demokrasi ala Melayu begitu ya. Enggak punya idealisme. Kan beda kalau zaman dulu ada ideologi. Kalau sekarang pragmatisme, transaksional semua,” kata Effendi, Senin (8/2).

Husnizar mengatakan, penyebutan Melayu sebagai bangsa yang pragmatis dan mengedepankan unsur transaksional semata itu juga bukan analogi yang tepat. Husnizar pun menyarankan Effendi  belajar budaya Melayu.

"Jangan rendahkan Melayu. Bercakap biar beradab. Bertutur biar teratur," ucap pria yang juga menjabat sebagai ketua Dewan Kesenian Provinsi Kepulauan Riau ini. [mr/jpn]

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...