19 June 2018

Boy Sadikin Mundur, Kader PDIP Sebut 'Kita Terpecah-Belah'

Konfrontasi - Boy Sadikin bersama sejumlah kader PDIP yang berkumpul di sebuah rumah di Jl Duri Raya Nomor 6, Duri Kepa, Jakarta Barat, hari ini. Salah satu yang hadir adalah mantan Sekda DKI, Fadjar Pandjaitan.

Dalam pertemuan itu, mereka yang hadir menyampaikan keluh kesah soal keputusan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati Soekarnoputri, yang memilih Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) sebagai calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh partai besutannya.

Mantan Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kebon Jeruk, M Ranto menyayangkan, kondisi PDIP saat ini. Apalagi, sampai membuat Boy Sadikin mundur dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) PDIP Jakarta. Padahal, katanya, sosok Boy dapat menjaga keutuhan PDIP.

"Kita PDI belum merdeka, PDI terpecah-belah. Mari kita tahan pak Boy jangan mengundurkan diri," tegas Ranto di hadapan puluhan simpatisan yang ada, di Jalan Duri Raya No.6, Duri Kepa, Jakarta Barat, Sabtu (3/12/2016).

Melihat kondisi ini, katanya, bukan tidak mungkin PDIP benar-benar terpecah hingga bubar.

"Saya sudah dirampok oknum yang tidak jelas. Kepengurusan saya itu sudah di rampok. PDIP Jakarta Barat sudah mulai dipetak-petakan. Orang yang militan sudah dipecat-pecatin," lanjutnya.

Dia berharap agar Boy Sadikin untuk tetap mempertahankan jabatannya, dan tidak keluar dari partai yang telah membesarkannya.

"Sayang kader seperti pak Boy, jangan sampai keluar. Orang yang kader militan, terbuang oleh partai. Kalau bisa bu Mega suruh bangun. Jangan asal setor muka saja," pungkas Ranto.

Diketahui, Boy Sadikin telah menulis surat pengunduran diri sebagai kader PDIP. Salah satu alasannya, karena Boy tidak setuju dengan keputusan PDIP yang mengusung Basuki T Purnama di Pilgub DKI.

Surat tersebut ditulis pada 21 September dan sudah ditandatangani Boy. Setelah keluar dari PDIP, Boy mengaku tidak ingin bergabung ke partai politik lain. Dia ingin menjadi orang yang bebas dan independen.

"Tidak, saya mau jadi orang yang merdeka, karena saya sekarang masih merasa dijajah," kata Boy saat dihubungi, Kamis (22/9).

Keputusan untuk mundur dari PDIP, katanya, murni dari hati nuraninya, tanpa desakan siapapun. Dia juga tidak berniat mengajak kader PDIP lainnya untuk mengikuti jejaknya.

"Saya tidak mengajak, ini hati nurani saya yang mau mundur. Kalau piknik saya baru ajak," tegas Boy. (mrdk/mg)

Category: 
Loading...