18 June 2018

Belum Dapat 'Tiket' Capres, Rizal Ramli Santai Saja

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli ingin menjadi calon presiden (capres) pada pemilihan umum 2019 mendatang. Namun, hingga kini ia belum mendapatkan tiket untuk maju sebagai capres karena belum ada partai yang mengusungnya.

Saat ditanya pewarta mengenai hal tersebut Rizal menjawab penentuan capres biasanya dilakukan beberapa jam sebelum masa pendaftaran ditutup. Diketahui batas waktu pendaftaran capres jatuh pada 4 Agustus 2018 mendatang.

Mantan Kepala Badan Urusan Logistik ini bahkan membandingkan situasinya dengan pencalonan Joko Widodo di bursa Calon Gubernur DKI Jakarta 2012 silam.

"Ingat enggak pak Jokowi jadi Cagub saja dua jam sebelum deadline, waktu jadi capres juga sama jadi enggak ada cerita di Indonesia soal begini ditentukan lebih awal," terang Rizal di Gedung Joeang 45, Jakarta, Senin (21/5).

Terkait upaya pencalonan dirinya sebagai presiden, Rizal mengaku sudah berkomunikasi dengan beberapa ketua umum partai politik. Namun, Rizal enggan membeberkan siapa saja yang sudah ditemuinya.

"Sudah komunikasi sama ketua partai, belum waktunya itu kan proses, Indonesia biasanya soal begini (Capres) ditentukan beberapa jam terakhir," terang Rizal.

Sementara itu Pengamat Politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio menyebut dari sisi elektabilitas Rizal akan kesulitan dalam bursa capres mendatang. Pasalnya, menurut dia, saat ini partai politik hanya melihat elektabilitas dari bakal capres yang akan diusungnya.

"Susah, masih jauh. Kalau dilihat hitung-hitungan tantangannya masih berat," terang Hendri.

Namun, Hendri bilang peluang Rizal untuk dipinang parpol masih terbuka. Hendri mengatakan Rizal kemungkinan bakal menempati posisi calon wakil presiden (cawapres) bukan capres.

Pasalnya, menurut dia beberapa parpol masih membutuhkan sosok cawapres seperti, Partai Gerindra, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan beberapa parpol lainnya.

"Ini parpol yang masih cari calon untuk cawapres lah Partai Gerindra, PKS, PAN, ini masih buka kemungkinan," terangnya.

Selain itu, dia bilang elektabilitas Rizal sebagai calon alternatif cukup besar. Ia menempati posisi kedua dengan elektabilitas 23,9 persen di bawah mantan Panglima TNI Jenderal Purn Gatot Nurmantyo yang sebesar 27,4 persen suara berdasarkan survei yang dilakukan Lembaga Survei Kedai Kopi. (mr/cnn)

Category: 
Loading...