Awas, Warga RRC Banjiri Indonesia

KONFRONTASI-  Keresahan sosial akibat membludaknya warga RRC (China) yang masuk ke Indonesia makin menguat. Ada buruh China, turis dan intelijen Peking yang beredar di negeri ini.  Masyarakat gelisah dan cemas. Apa yang terjadi?

China alias Tiongkok memiliki jumlah penduduk sebesar 1,4 miliar, di mana 400 juta warganya kini berstatus menganggur. Hal inilah yang perlu dicermati di mana pemerintah dinilai justru mempermulus pekerja China berdatangan ke Indonesia lewat kerja sama yang dilakukan pemerintah.

Berbagai kalangan sudah mempertanyakan angka besar warga China yang masuk ke Indonesia. Meski di satu sisi berdampak pada naiknya sektor wisata, namun ada masalah lain saat para warga China yang datang juga bekerja di Indonesia.

Era Masyarakat Ekonomi Asean nampaknya kian memantik sejumlah dampak, salah satunya adalah terbukanya arus manusia, perdagangan barang dan jasa. Kondisi ini diprediksi akan meningkatkan lalu lintas tenaga kerja RRC untuk datang dan bekerja di Tanah Air kita.

Kedatangan para tenaga kerja alias buruh RRC ke Indonesia pun menimbulkan beragam masalah. Mulai dari kesenjangan sosial dengan pekerja lokal hingga persoalan izin kerja dan tinggal yang belum dikantongi.

Para analis melihat persoalan tenaga kerja yang tidak memiliki izin dan dokumen keimigrasian dikarenakan beberapa faktor. Pertama, banyaknya pintu masuk bagi tenaga kerja asing ke Indonesia namun tidak diimbangi dengan pengawasan yang ketat. Kedua, kemudian juga dicabutnya Pasal 26 ayat (1) Permenakertrans 12/2013 tentang aturan pekerja asing wajib bisa berbahasa Indonesia.

Ketiga, Tak hanya itu, dicabutnya aturan menghapus ketentuan tentang kewajiban perusahaan merekrut 10 pekerja lokal jika perusahaan mempekerjakan satu orang tenaga kerja asing (TKA) dalam pasal 3 ayat 1 Permenker Nomor 16 tahun 2015 kian membuat longgar pengawasan.

Indonesia memiliki 200 lebih pintu masuk yang penjagaannya hanya Dirjen imigrasi, dan Dirjen tidak punya tangan dan kekuatan yang cukup. Apalagi ada rencana pemerintah penambahan wisata, dimana tidak ada visa lagi.

Sepanjang 2016 ini, China merupakan negara paling tinggi yang masyarakatnya masuk ke Indonesia. Hal itu diakuai Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie. Berdasarkan datanya, lebih dari satu juta warga China yang masuk ke Indonesia dari berbagai keperluan, mulai dari kunjungan wisata hingga bekerja di Indonesia.

Jumlah warga dunia yang masuk selama 2016, China terbanyak yakni 1.329.857 orang. Angka itu 15,60 persen dari warga asing yang masuk ke Indonesia selama 2016. Angka ini tercatat sampai 18 Desember 2016," kata Ronny.

China merangsek ke posisi pertama, setelah sebelumnya Singapura menduduki paling tinggi pertama warganya yang masuk ke Indonesia pada 2015 lalu. Pada 2015, Singapura pertama dengan 1.439.500 orang, China pada 2015 di posisi kedua.

Di sini, ada kenaikan sebanyak dua persen warga China yang masuk ke Indonesia jika dikaitkan dengan periode yang sama tahun lalu.

"Dan banyak yang berubah, ini mungkin karena ada kemudahan masuk, ada pula visa bebas kunjungan, dan perubahan itu sangat intens, termasuk adanya pekerja China," kata Dede Yusuf, anggota DPR-RI.

Oleh sebab itu, pemerintah harus berhati-hati dan semakin ketat dalam membuat regulasi terkait tenaga kerja asing di Indonesia. Dan sudah waktunya mencabut Bebas Visa bagi warga RRC untuk datang ke Indonesia ketimbang keresahan sosial merajalela . Siapa warga bumiputera yang tidak gelisah, gundah dan resah, coba? Bagaimana ini Pak Jokowi? (berbagai sumber)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA