18 July 2019

Asal Njeplak, Effendi Simbolon Tuding Sosialis PSI Sudutkan Polri. Ngawur Sekali

JAKARTA- Cara berpikir konspiratif dan kotor sangat kental di kepala Effendi Simbolon, politisi PDIP yang asal njeplak. Tim Independen bentukan Presiden Joko Widodo bekerja tanpa Keputusan Presiden. Di sisi lain, PDI Perjuangan keras mengkritik keberadaan Tim Independen. Ada benang merah di antara keduanya.

Tim Independen telah mengeluarkan saran dan kesimpulan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Lima butir rekomendasi telah disampaikan tim pimpinan Syafii Maarif ini. Salah satu yang cukup mencolok, tim menyarankan agar Presiden tidak melantik Komjen (Pol) Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Bukan tanpa soal keberadaan Tim Independen ini. Sejak awal, tidak sedikit pihak yang mengkritik keberadaan tim ini terutama terkait personalia tim. Jamak dimaklumi, mayoritas anggota tim adalah pendukung gerakan #SaveKPK. Asumsinya kesimpulan yang dihasilkan tentu berat sebelah.

Bekas Sekjen DPP PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan wilayah kerja yang dilakukan Tim Independen merupakan persoalan kenegaraan. Semestinya lembaga-lembaga negara yang turut serta menyelesaikan persoalannya. "Presiden seyogyanya menggunakan instrumen yang ada untuk mendapatkan masukan yang benar," kata Pramono di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (29/1/2015).

Menurut Pramono, seharusnya Presiden dapat meminta pendapat dan masukan dari lembaga-lembaga tinggi negara terkait persoalan yang terjadi antara Polri dan KPK. "Seyogyanya Presiden kembali kepada beliau sebagai kepala negara mengundang lembaga tinggi negara untuk mendapatkan masukan. Pimpinan DPR, pimpinan DPD, MPR, MK, KY kemudian Mahkamah Konstitusi supaya dalam mengambil keputusan itu benar-bbenar jernih," urai Pramono.

Pramono mempertanyakan keberadaan Tim Independen yang bekerja tanpa Keputusan Presiden (Keppres). Padahal, sambung Pramono, obyek kajian yang dilakukan Tim Independen merupakan persoalan kenegaraan. "Ini bukan urusan perseorangan ataupun di luar kenegaraan," tambah Pramono.

Komposisi keanggotaan Tim Independen juga mendapat sorotan dari Pramono Anung. Menurut dia, sejumlah nama yang terlibat dalam Tim Independen sejak awal memposisikan pada pihak tertentu. "Ada beberapa nama yang kalau dilihat statement sebelumnya itu sudah memukul artinya sudah memihak. Maka tidak independent lagi," sebut Pramono enggan menyebut siapa yang dimaksud.

Memang, bila dilihat lebih jauh lagi, sejumlah tokoh yang tergabung dalam Tim Independen yang saat peristiwa penahanan Bambang Widjojanto berada di pihak KPK dengan turut serta aksi #SaveKPK termasuk memiliki pendapat yang justru menyudutkan pihak Polri. Sejumlah tokoh tersebut sebut saja Bambang Umar Widodo, Erry Riyana Hardjapamengkas, Oegroseno serta Imam Prasojo.

Sementara terpisah Effendi Simbolon secara tegas mengkritk kerja Tim Independen yang membuat kesimpulan sebelum bekerja. Saat ditanya terkait dengan tudingan dia atas keberadaan kelompok yang berafiliasi ke Partai Sosialis Indonesia (PSI) di lingkar Jokowi, Effendi Simbolong menyebutkan "Itu mereka yang bolak-balik ke istana dan KPK. Mereka merasa yang paling sosialis," sebut Effendi.

Terkait dengan Tim Independen yang bekerja tanpa Keppres, secara formal sebelumnya telah dijelaskan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno pada Selasa (27/1/2015) malam lalu yang menginformasikan draft Keppres sudah disiapkan tinggal menunggu teken Presiden Jokowi. Ia menyebut terdapat masalah teknis penyebab Presiden Jokowi belum meneken Keppres tersebut. "Ada masalah teknis," seloroh bekas rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini.

Memang saat Selasa (27/1/2015) lalu, Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatera Utara. Jokowi ke Sumatera Utara untuk meresmikan lima proyek infrastruktur di wilayah tersebut. Namun, hingga Tim Independen memberikan rekomendasi ke Presiden Jokowi, Keppres tersebut tak kunjung muncul.

Informasi yang dihimpun di internal PDI Perjuangan mengungkapkan internal PDI Perjuangan memang meminta agar Jokowi tidak meneken Keppres tersebut. Sebagaimana dikhawatirkan internal partai berlambang banteng moncong putih itu, rekomendasi Tim Independen menabrak berbagai pihak. "Seperti merekomendasikan tidak melantik BG," ungkap sumber tersebut

Sikap keras PDI Perjuangan terhadap Tim Independen menemukan katupnya dengan tidak munculnya Keppres terkait tim tersebut. Di saat bersamaan Effendi Simbolon senantiasa bersuara nyaring agar Istana steril dari kelompok "PSSI" yang merujuk pada aktivis atau tokoh yang berafiliasi pada Partai Sosialis Indonesia (PSI). Dan ingat sudah lama PSI itu dimatikan PKI/Orla, kok tiba tiba dikaitkan dengan ImamPrasojo dll? Asal njeplak Simbolon.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...