12 November 2019

Analis: Kalau Iuran BPJS dan Tarif Listrik Naik maka Jokowi jadi ''Raja Tanpa Mahkota''?

KONFRONTASI- Masyarakat kecewa, marah dan frustasi kalau benar bahwa rencana pemerintah  ingin menaikkan iuran BPJS Kesehatan, dan tarif listrik  karena subsidi dicabut. Demikian pandangan para sopir taksi dan tukang ojek mengomentari kemungkinan iuran BPJS dinaikkan dan tarif listrik juga naik.''Kalau benar iuran BPJS  dan tarik listrik naik, maka masyarakat menilai Jokowi sudah menjadi Raja yang kehilangan mahkota, raja tanpa mahkota,'' kata analis politik dan ekonomi F Reinhard MA dan Nehemia Lawalata, tokoh GMNI.

 ''Rakyat rindukan keadilan dan kesejahteraan, bukan malah kenaikan tarif listrik dan iuran BPJS,'' kata kedua aktivis pergerakan itu.. 

Sejauh ini Istana konon pastikan Iuran BPJS Kesehatan Naik .Istana Kepresidenan buka suara perihal rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko memastikan iuran BPJS Kesehatan harus dinaikkan. "Belum tahu persis [besaran kenaikannya], tapi yang pasti naik," kata Moeldoko di sela acara Indonesia Electric Motor Show di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9/2019). Komisi IX DPR RI dan Komisi XI DPR RI menolak rencana Pemerintah untuk menaikkan premi JKN untuk Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Bukan Pekerja (BP) kelas III. Hanya saja, penolakan legislatif berlaku sampai Pemerintah menyelesaikan data cleansing.

Karena itu, DPR RI mendesak Pemerintah untuk mencari cara lain dalam menanggulangi defisit Dana Jaminan Sosial (DJS) kesehatan Saat ini, kepastian kenaikan masih menunggu peraturan presiden (Perpres). Namun, Moeldoko bilang Presiden Joko Widodo belum menandatangani Perpres tersebut.
{berbagai sumber/fh)

 

 

 

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...