21 August 2018

Anak SD Juga Ngerti Timing yang Tepat Untuk Impor Beras, Kata Rizal Ramli

KONFRONTASI -  Ekonom senior, Rizal Ramli, meminta pemerintah untuk lebih memperhatikan petani. Impor beras dari Vietnam justu semakin membawa petani dalam jurang kemiskinan.

“Jangan jadi raja tega gitu loh,” kata Rizal Ramli, saat memanen padi bersama kelompok petani di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (13/02/2018).

Pria berkacamata yang akrab disapa RR ini, menjelaskan, dirinya sepakat import, jika saat musim paceklik. Dimana, para petani gagal memanen hasil tanam padinya atau jika terjadi badai Elnino yang terjadi 5 sampai 7 tahun itu, atau kata Rizal lagi, jika terjadi  gelombang panas yang berdampak besar terhadap produk pertanian.

Fenomena El Nino menyebabkan curah hujan di sebagian wilayah Tanah Air berkurang. Tingkat berkurangnya curah hujan ini sangat bergantung dari intensitas El Nino tersebut.

Saat curah hujan berkurang, kekeringan pun datang. Sungai-sungai akan surut airnya, sedangkan pepohonan akan mulai meranggas.

“Kalau perlu banget, saya juga enggak keberatan import, tapi di atur lah timing nya. Pas paceklik baru import, atau kalau ada badai El Nino baru butuh impor, Anak SD juga ngerti, masa menteri nya harus diajarin anak SD,” terangnya.

Jika irigasi persawahan dapat ditata dengan baik, maka Indonesia bisa memanen padi sebanyak tiga kali dalam setahun. Karena memiliki sinar matahari dan sumber air yang berlimpah.

“Saya minta Mentan, bangun sawah baru dua juta hektar, Kalimantan, Sulawesi, Papua dan sebagian Sumatera. Di negara lain, kalau enggak ada beras, pemerintah nya bisa jatuh,” jelasnya.(KONF/SEBARR)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


loading...