24 June 2018

Anak Buah Budi Karya Menyebut Uang Suap Untuk Sendiri

KONFRONTASI - Direktur Jenderl Perhubungan Laut pada Kementerian Perhubungan Antonius Tonny Budiono mengaku uang suap sebanyak Rp 20 miliar dari Komisaris PT Adhi Guna Pengerukan, Adhiputra Kurniawan, untuk dirinya sendiri.

Dia menepis uang yang disimpan dalam 33 tas dalam berbagai pecahan mata uang itu akan diperuntukan ke pejabat di Kementerian Perhubungan. Menurut dia, uang sebayak itu digunakan untuk operasional.

"Engga ada (uang itu akan diberikan ke pejabat di Kemenhub)," kata Tonny usai diperiksa sebelum di jebloskan ke rutan, Jakarta, Jumat (24/8/2017) dini hari.

Demikian juga dia membantah uang itu akan disiapkan untuk atasannya yakni Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi atau mantan Menhub yang lalu Ignatius Jonan. "Engga ada. Itu fitnah," kata dia memasang muka senyum.

Dia sebelumnya secara pribadi meminta maaf pada masyarakat Indonesia karena sudah menerima suap. Tindakan yang melawab hukum.

Tonny ditahan di rutan Pondam Jaya Guntur untuk 20 hari pertama. Tonny ditahan untuk kepentingan penyidikan kasus yang tengah menjeratnya.

Tonny ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena kedapatan menerima suap senilai Rp 20 miliar dari Komisari PT Adhi Guna Keruktama, Adhiputra Kurniawan.

Suap itu berkaitan dengan proyek pengerukan di Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang Jawa Tengah dan perizinan proyek-proyek lain di Dirjen Hubla.

Akibat perbuatannya, Tonny selaku penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 B UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Sementara Adiputra yang ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP(Jf/Inilah)

Category: 
Loading...