21 February 2018

Alfian Tanjung Tidak Pernah Manyebut Teten Masduki Kader PKI, Sebut TAAT

KONFRONTASI -    Penasehat Hukum Alfian Tanjung yang tergabung dalam Tim Advokasi Alfian Tanjung (TAAT) menyatakan laporan pencemaran nama baik Teten Masduki kepada kepolisian terkait statemen Alfian Tanjung tidak layak dilanjutkan.

Alfian Tanjung, Selasa (12/9), telah diperiksa sebagai Saksi oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Mako Brimob Depok. Dalam pemeriksaan tersebut, Alfian diminta menjawab 29 pertanyaan penyidik.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan TAAT, pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut dari laporan seseorang bernama Ifdhal Kasim, kuasa hukum Teten Masduki.

Teten Masduki merasa dicemarkan nama baiknya karena dalam ceramah di Masjid Jami’ Said Naum, Tanah Abang, Jakarta Pusat tanggal 1 Oktober 2016, Alfian dianggap menyebut Teten Masduki sebagai kader PKI.

Namun, menurut Koordinator TAAT Abdullah Alkatiri, laporan tersebut tidak berdasar. Karena setelah diteliti bersama tidak ada statemen Alfian yang menyebut Teten Masduki sebagai kader PKI. “Setelah Ust. Alfian, Tim Hukum dan Penyidik sama-sama menyaksikan video yang dijadikan barang bukti ternyata kami semua menyimak tidak ada kata-kata Ust. Alfian menyebut Teten Masduki itu PKI atau kader PKI”, katanya.

Alkatiri malah mempertanyakan keabsahan laporan tersebut, mengingat pasal
yang dilaporkan kepada Alfian adalah Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 311 KUHP.

Pasal tersebut adalah delik aduan murni, yang mana seseorang merasa dirinya tercemar atau difitnah maka ia sendiri yang harus melaporkan. “Tapi nyatanya, yang melaporkan adalah kuasa hukumnya, ini tidak bisa dilakukan dalam hukum acara pidana, tapi kenapa Polisi menerima laporan Ifdhal Kasim?”, tukas Alkatiri.

Alkatiri juga menyatakan seharusnya Teten Masduki yang melaporkan langsung jika merasa namanya dicemarkan “Harusnya Teten sendiri yang melapor atas nama dirinya. Ini kan menyalahi aturan hukum. Mana ada delik aduan tapi pelapornya orang lain?”

Alkatiri menganggap kasus yang dituduhkan ini sudah cacat sejak awal dan tidak layak untuk dilanjutkan

Alfian Tanjung saat ini ditahan di Mako Brimob, Depok. Disamping kasus pencemaran nama baik tersebut, ia juga sedang menghadapi kasus ujaran kebencian karena diadukan seorang kader PDIP setelah mengunggah tulisan di jejaring twitter yang menyatakan ‘PDIP isinya kader PKI mengusung cagub anti Islam’. Dalam perkara ini Alfian sudah menyandang status tersangka.

Sebelumnya Alfian berhasil lolos dalam pengadilan Sela di PN Surabaya pada Rabu (6/9). Ia diadili karena dianggap menyampaikan ujaran kebencian dalam ceramah di Masjid Mujahidin tanggal 26 Februari 2017. Namun siang hari ia dinyatakan bebas, sorenya langsung dibawa kepolisian ke Jakarta dan ditahan di Mako Brimob.

Pihak Penasehat hukum menyesalkan tindakan kepolisian yang dianggap merampas kemerdekaan individu dan terburu-buru menahan Alfian Tanjung.

Penasehat Hukum juga memprotes perlakuan terhadap Alfian seperti pelaku kejahatan luar biasa dan ditahan di Mako Brimob. Apalagi selama dalam masa tahanan di Mako Brimob, Alfian tidak boleh ditemui Tim Penasehat hukum.elalui interaktif session," tegas Devy.******KANIGORO>COM

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...