27 June 2019

Alexius Tantrajaya: Hakim Tak Masalah Perintahkan Presiden Jika Itu Demi Keadilan

KONFRONTASI - Optimisme masih terus bertumbuh di hati janda dengan tiga anak, Maria Magdalena Andriati Hartono dengan penasihat hukumnya Alexius Tantrajaya SH MHum. Mereka berkeyakinan bahwa putusan perkara gugatannya bakal dikabulkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pasalnya, dalil-dalil yang mereka ajukan sangat meyakinkan sehingga sulit dimentahkan tergugat Presiden Joko Widodo bersama sejumlah pimpinan lembaga tinggi negara.

 

“Klien dan saya optimis meraih kemenangan,” ujar advokat Alexius Tantrajaya di Jakarta, Jum'at (5/10/2018). Sebab, peristiwa hukum yang menimpa Ny Maria ini telah dilaporkan ke Polisi sejak sepuluh tahun silam dengan Nopol.LP/449/K/VIII/Siaga III pada tanggal 8 Augustus 2008.

 

“Tuntutan kami kan sederhana saja. Tuntaskan atau proses hukum itu laporan yang terpetieskan selama 10 tahun hingga perbuatan jahat orang-orang tidak terus menerus dan berkesinambungan terhadap klien kami,” ujar Alexius.

 

Sebagaimana ditentukan dalam Pasal 266 KUHP yo Pasal 263 KUHP, dan berdasarkan Pasal 78, maka batas waktu laporan tersebut di atas hanya sampai 12 tahun. Itu berarti laporan Ny. Maria tersebut di atas hanya bersisa waktu satu tahun 10 bulan lagi. Akankah penyidik menguburkan optimisme Alexius dan Ny Maria? Bukankah kewajiban polisi menuntaskan setiap kasus yang ditangani? Terlebih yang sampai memunculkan gugatan karena pihak yang dirugikan merasa tidak dilindungi hak-hak hukumnya oleh pengayom masyarakat itu?.

 

Negara ini disebut negara hukum, bukankah jadi hal yang sangat memprihatinkan kalau sampai di negara hukum justru tidak diperoleh keadilan. Bahkan keadilan dimain-mainkan oleh oknum hingga terjadi yang salah dibenarkan dan yang benar disalahkan.

 

Sejak 10 tahun lampau hingga kini kasus yang dilaporkan tersebut masih belum sampai ke tahap penuntutan/P21. Padahal, sampai awal Oktober 2018 ini, Alexius Tantrajaya SH MHum, telah dua kali mengajukan gugatan. Dua kali pula mengirimkan permohonan secara tertulis kepada Kabareskrim Komjen Pol. Drs.Arief Sulistyanto MSi agar laporan yang selama satu dasawarsa lebih “terkubur” itu bisa dituntaskan Pada 3 September 2018 lalu Alexius Tantrajaya sudah memohon secara tertulis kepada Kabareskrim, dan untuk kedua kali memohon secara tertulis agar LP 449 yang “tenggelam”  selama 10 tahun lebih itu mendapat perhatian.

 

Penyidik sesungguhnya telah menerbitkan Surat Perintah Dimulai Penyidikan (SPDP) terhadap LP 449/K/VIII/Siaga III tersebut kepada pihak Kejagung pada 29 Januari 2018. Namun hingga kini masih belum juga P21 atau memenuhi syarat untuk disidangkan.

 

“Saya dan pencari keadilan (Ny Maria) akan bahagia sekali  jika sebelum diputus pekan depan, ada berita gembira dari Bareskrim bahwa LP klien saya itu sudah di-P21-kan. Saya dan klien terus berdoa agar majelis hakim memutuskan perkara perdata itu dengan memerintahkan Presiden Joko Widodo untuk kemudian memerintahkan lagi Kapolri menindaklanjuti laporan yang selama ini terbengkalai," kata Alexius.

 

Kabareskrim Arif Sulistyanto disebut-sebut sangat peduli terhadap nasib para pencari keadilan. Arif jengkel pula melihat dan mendengar LP dipetieskan. Benarkah demikian? Jika begitu adanya, pencari keadilan Ny Maria dengan tiga anaknya serta penasihat hukumnya Alexius Tantrajaya akan segera memperoleh hasil baik ketegasan dan kebijakan arif Kabareskrim.(Juft/SK)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...