23 September 2019

AHY Petakan Dapil Aman, Rawan dan Potensial di Pemilu 2019

Konfrontasi - Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengakui bahwa partainya masih perlu bekerja keras untuk bisa memenangkan Pemilu 2019. Karena itu, sebagai pimpinan kampanye nasional Partai Demokrat, AHY mulai melakukan pemetaan (mapping) untuk mengetahui daerah mana yang perlu menjadi perhatian jelang pemilu.

"Oleh karena itu saya perlu mengetahui lebih dalam lagi, dan melakukan mapping atau pemetaan terhadap daerah-daerah pemilihan dapil-dapil dari caleg-caleg kami yang saat ini sedang berjuang, sejauh mana mereka telah meraih progres dari hari ke hari," kata AHY di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Sabtu (2/3/2019).

AHY menjelaskan pihaknya sudah memberikan kategori pada wilayah di Indonesia. Di antaranya kategori aman, rawan dan daerah potensial.

"Tapi juga tentu ada daerah-daerah potensial dengan ekstra, maka yang tadinya dua kursi bisa menjadi tiga kursi, itu adalah ikhtiar kami," ungkapnya.

Putra Sulung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini pun enggan mengungkap daerah mana saja yang terbilang aman dan rawan. Dia hanya menegaskan Partai Demokrat akan mengupayakan pemenangan dengan mengandalkan kampanye para caleg ke seluruh pelosok Indonesia.

"Kader demokrat akan bersatu padu, karena mereka tidak hanya sudah ikhlas menerima mandat ini, tapi juga menyambutnya dengan semangat untuk bisa berjuang dan menyukseskan, memenangkan para caleg Partai Demokrat," ucapnya.

AHY menegaksan caleg memiliki peranan penting untuk pemenangan Pemilu 2019. Partai berlambang bintang mercy ini juga akan memberikan segala bentuk dukungan bagi para caleg melakukan kampanye.

"Justru dari pusat saya sendiri sebagai Komando Kogasma, melakukan supporting sistem memberikan dukungan penuh pada caleg yang berjuang di sana sini, bahkan sebelum Ibu Ani sakit, saya masih bergerak ke Sulsel. kami ingin temen-temen Partai Demokrat mendapat perhatian dari rakyat," tandasnya. (mrdk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...