27 May 2019

Ahok Galau, Pilih PDIP Atau Teman Ahok

Konfrontasi - Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) sedang di persimpangan jalan menuju Pilgub DKI 2017. PDIP pun meminta Ahok tegas memilih, antara jalur partai atau secara independen bersama Teman Ahok. 

"Sekarang kan tinggal pilih mau ikut yang mana. Kalau beliau mau ikut jalur independen, berarti sudah tidak bisa ikut jalur partai kan. Kalau mau ikut partai, pilihlah jalur partai. Tidak bisa dua-duanya," kata Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pereira di Gado-gado Boplo, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (5/3/2016).

PDIP adalah satu-satunya partai di DKI yang punya cukup kursi untuk mengusung pasangan gubernur-wakil gubernur sendiri di Pilkada 2017. Di sisi lain, adapula Teman Ahok yang mengklaim sudah berhasil mengumpulkan lebih dari 730 ribu KTP untuk jalur independen. 

"Jangan kemudian jangan diatur-atur partainya. Partai harus beginilah, harus begitulah," ungkapnya. 

Andreas menuturkan bahwa PDIP sudah melakukan penjaringan untuk calon-calon di Pilkada. Tak hanya proses pencalonan, PDIP juga disebut terus mendampingi kepala daerah selama 5 tahun masa kepemimpinan. 

Soal karikatur banteng hitam yang 'menghipnotis' Ahok di situs Teman Ahok, Andreas menganggapnya sebagai jebakan. Dia menegaskan PDIP tidak perlu melakukan hal-hal seperti itu untuk menjaring kepala daerah.

"Itu menjebak Pak Ahok. Jangan sampai Pak Ahok terjebak di permainan seperti itu," ujar Andreas. 

Ahok sendiri sudah melempar sinyal-sinyal akan deklarasi cagub lewat jalur independen dalam waktu dekat. Meski begitu, Ahok masih menunggu jawaban dari PDIP soal niatnya 'meminang' Djarot Syaiful Hidayat sebagai wakilnya.  

"Bisa lebih cepat dari bulan Mei, bisa-bisa mungkin minggu (pekan) depan, bisa-bisa dua minggu lagi," kata Basuki T Purnama (Ahok) di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (3/2/2016). (dtk/mg)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...