20 June 2018

Ahmad Dhani Ogah "Disuap" 2 Triliun Jadi Wakil Ahok Pimpin DKI Jakarta 2017

Konfrontasi - Bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Dhani, meragukan jika ada partai politik berbasis Islam yang memilih calon pemimpin non-muslim. Bahkan, dia menyebut jika ada  partai Islam yang sengaja mengusung pemimpin non-muslim, sebagai partai abal-abal.

"Kalau PKB ke Ahok berarti dia partai Islam yang abal-abal. Kalau PKS yang mendukung Ahok, dia berbasis abal-abal. Termasuk PAN juga. Kalau Gerindra non-muslim itu enggak apa-apa, dia bukan berbasis Islam. Nasdem dan Hanura enggak apa-apa," kata Dhani saat ditemui dalam kunjungannya di rumah orangtua Sandiaga Uno, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (25/3/2016).

Dhani menjelaskan, dalam prosesnya, partai berbasis Islam harus meminta fatwa kepada organisasi masyarakat (ormas) Islam pendukung partai sebelum akhirnya memutuskan jika ada non-muslim yang akan diusung sebagai calon.

"Harus minta fatwa sebelum dia mensurvei pilih pimpinan muslim atau nonmuslim. Jadi sebelum partai islam bicara mereka akhirnya mendukung Ahok, harus minta fatwa pada ormas Islam yang mendukung mereka," kata pentolan grup band ternama, Dewa 19.

Dhani menegaskan tidak mau bersanding dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan calon Gubernur DKI Jakarta mendatang. 

"Kalau saya dibayar Rp1 triliun atau Rp2 triliun untuk wakil Ahok, nggak mau. Alasannya, kita masih beriman. Beriman, bermartabat. Jadi jangan salah paham lho. Pemimpin bukan harus Islam, tapi kalau partainya berbasis Islam, dia harus mengaspirasikan suara Islam," kata Dhani. (vv/mg)

Category: 
Loading...