Agenda Tersembunyi RRC, "Negara" dengan 2 Milyar Penduduk Kuasai Transaksi Dunia

KONFRONTASI -  Mardigu Wowiek membuka sebagian agenda besar Facebook untuk mengendalikan mata uang dunia. "Negara" dengan penduduk lebih dari 2 miliar itu tidak henti melemahkan "batas-batas" negara di seluruh dunia.

Ketika Mark Zukerberg mengumumkan sekali lagi akan menjalankan sistem currency libra yang 2 tahun lalu di ganjal oleh otoritas dunia yaitu pemerintahan di banyak negara kembali akan di luncurkan, kali ini facebook sudah punya kendaraan infrastukturnya yaitu facebook pay dan instagram pay.

Disinilah terobosan yang dilakukannya di dalam strategi meluncurkan digital currencynya.

Terbukti juga memang kaum globalist itu saling dukung dan kompak di atas.

Keinginan Mark mengendalikan kerajaannya yang memiliki penduduk 2 milyar manusia yang merupakan follower sosmed dari semua platform sosial media groupnya tersebut tidak pernah pudar.

Yang paripurna adalah dengan menciptakan kendali atas transaksi.

Negara makin kesini, menjadi “less grip” atau ikatannya menjadi semkin berkurang karena memang globalis berusaha melepas cengkraman negara atau yang di sebut dengan OTORITAS serta REGULATOR.

Malahan globalis bisa memanfaatkan regulator agar membatasi UKM yang kecil kecil untuk tidak bisa besar.

Disisi kebebasan, globalis ingin sebebas bebasnya tanpa aturan negara, sebaliknya globalis yang mengaturnya, di sisi lain globalis pakai pemerintah sebuah negara mengatur kompetitornya.

Semua design yang sempurna!!! Salahkah globalis demikian? Ya tidak, karena itu sifat dasar manusia yang rakus yang ingin selamanya memperoleh keistimewaan di tampuk PENGENDALI ya begini.

Kalau bisa LAST FOREVER, abadi selamanya. Karena itu kita mengatakan, OLD SYSTEM DOESNT WORK karena di kendalikan globalis.

System hanya work untuk globalis yang hanya 0.03 populasi mengendalikan 70% manusia yang di sebut kelompok “controler”- pengendali, dengan filosofi globalist, dan 3% populasi manusia memegang kekayaan 90% yang di sebut kelompok the have.

Sungguh, musuh umat manusia itu ada 3, satu kemiskinan, dua kebodohan dan ketiga globalis yang ingin semua orang selalu bodoh dan miskin.

Jadi pembodohan itu by system, pemiskinan itu by system di rancang dalam jangka panjang oleh globalis atau mereka yang menciptakan keuntungan sebesar besarnya untuk kelompoknya.

Ada pertanyaan sederhana, bisakah globalis lepas dari tiongkok untuk barang hasil produksi manufaktur mereka?

Jawabnya hampir tidak mungkin!!! Karena sejak 30 tahun yang lalu memang tiongkok adalah “tool globalis”.

Itulah mengapa tiongkok bisa melawan IMF berani membangun aliansi baru, dan menjadi negara tercepat pembangunnya dalam 30 tahun terakhir.

Kemudian ada hal yang kita sering katakan, bahwa last best land on earth yang menjadi target globalis adalah indonesia.

Karena sumber bahan baku yang di produksi dari dan oelh tiongkok semuanya ada di indonesia.

Strategi mengikuti tiongkok menjadi berbahasa buat kaum NASIONALIS seperti kita, namun bagi para naga globalis adalah solusi.

Karena itu yang bengok bengok adalah nasionalis yang melihat globalis hanya menguntungkan kelompok kecil elitis dan globalis internasional.

Sekali lagi, komunis tiongkok hanya tool.

Jangan sampai indonesia itu TOOL NYA TOOL, alatnya alat!!!.

Karena Tiongkok pun punya agenda tersembunyi. Ditunggangi globalis, globalis ditungangi balik.

Ini seni bermain catur yang indah yang harus kita ingatkan ke setiap pejabat dan para pemangku jabatan strategis di NKRI.

Disini kita harus bermain seperti tiongkok di awal tahun 80an, seperti dubai di awal tahun 80an, strategi nasionalnya harus holistik, menyeluruh.

Unsur kedaulatan harus di jaga, unsur humanisme kemanusian harus di jaga, unsur sumber daya alam harus maksimum untuk bangsa indonesia dan keuantungan geografi semua untuk keuntungan bangsa indoensia.

Secara nasional kita harus ada rembug nasional membicara hal ini, berani melakukan pemikiran out of the box, dan tidak follow world regulator tetapi follow the game changing plan.

Kita harus tahu bagaimana menunggangi globalis di awalnya, tahu kapan menekan tiongkok, tahu kapan menekan amerika, dan punya strategi yang membuat globalis takluk.

Mulailah mengenal lawan kita, mulailah membaca langkah mereka dan niat mereka, buatlah rencana besar untuk indonesia, lakukan diplomasi mineral seperti gajahmada lakukan, lakukan diplomasi kebudayaan seperti para wali songo lakukan.(Jft/MEDIASUARAINDONESIA)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA