11 December 2019

Ade Irawan: Keputusan Presiden Belum Cukup Menggembirakan

Konfrontasi - Apresiasi diberikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) terkait keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo dengan tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri dan pemberhentian sementara dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi. Dua keputusan Jokowi itu dianggap sudah melegakan meski belum menggembirakan.

"Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai meskipun lamban namun langkah Presiden tersebut merupakan langkah kompromi untuk menjawab polemik yang terjadi. Meskipun melegakan namun belum cukup menggembirakan," kata Ade Irawan dari ICW dalam siaran pers, Rabu (18/2).

Ia menambahkan, keputusan tersebut dianggap sebagai berita yang menggembirakan karena Presiden akhirnya mau menarik pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri sesuai dengan aspirasi rakyat. Ia menilai, setidaknya Presiden mau mendengarkan keinginan publik agar institusi Polri tidak dipimpin oleh orang atau figur yang dinilai bermasalah.

Meski ada sisi menggembirakan, Ade juga menekankan ada hal yang belum diselesaikan oleh Jokowi. Ia pun mengingatkan kriminalisasi yang dialami pimpinan KPK hingga para penyidiknya yang belum diselesaikan.

"Namun demikian keputusan Presiden juga dapat dinilai belum cukup menggembirakan karena tidak memberikan ketegasan terhadap kelanjutan proses kriminalisasi yang terjadi terhadap pimpinan, penyidik maupun pegawai KPK. Seluruh pimpinan dan juru Bicara KPK sudah dilaporkan ke Kepolisian dengan sejumlah kasus yang dinilai mengada-ada. Sebanyak 21 penyidik KPK asal Kepolisian juga mulai diancam dikriminalisasi karena dianggap memiliki senjata illegal," tegas Ade.

Ade menekankan, ada pandangan yang menilai Keputusan Presiden soal penunjukkan Plt Pimpinan KPK merupakan bentuk legalisasi terhadap upaya kriminalisasi yang dialami oleh 2 pimpinan KPK yaitu Bambang Widjojanto dan Abraham Samad. "Seharusnya sikap atau tindakan yang perlu dilakukan oleh Presiden adalah memerintahkan Polri untuk menghentikan proses kriminalisasi terhadap pimpinan, pegawai, dan Penyidik KPK."

Lebih jauh, Ade kemudian menyuarakan agar Jokowi segera memerintahkan Wakapolri dan Bareskrim untuk menghentikan proses kriminalisasi terhadap pimpinan, penyidik maupun pegawai KPK. Ia juga mendesak kepada tiga pimpinan KPK yang ditunjuk Jokowi untuk tetap melanjutkan proses penyidikan terhadap dugaan korupsi yang dilakukan oleh Komjen Budi Gunawan.

"KPK juga harus bersikap terhadap putusan praperadilan yang telah dimenangkan oleh Komjen Budi Gunawan yaitu dengan mengajukan peninjauan kembali ataupun menetapkan kembali Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka perkara korupsi," tutup Ade.

Presiden Joko Widodo sebelumnya menginstruksikan jajaran Komisi Pemberantasan Korupsi dan Polri untuk menaati kode etik masing-masing demi menjaga hubungan kedua lembaga tersebut.

"Saya mengintruksikan kepada Kepolisian RI dan meminta KPK untuk menaati rambu-rambu kode etik untuk menjaga keharmonisan hubungan antar-lembaga negara," kata Jokowi dalam pernyataan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (18/2). (mg/kcm)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...