21 July 2018

ACTA Yakin Pendaftaran Gugatan Uji Materi Presidential Threshold ke MK Bakal Jebol

KONFRONTASI-Uji materi ketentuan Presidential Threshold (PT) rencananya akan didaftarkan Ketua Dewan Pembina Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) Habiburohkman ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Adapun uji materi ini dilakukan terhadap Pasal 222 Undang-undang Pemilu. Ia menyebutkan Pasal 222 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu mengatur ketentuan bahwa untuk mengusung pasangan calon presiden dan wakil presiden, partai politik atau gabungan parpol tidak harus mempunyai 20 persen kursi DPR atau 25 persen dari suara sah nasional.

"ACTA akan segera mendaftarkan uji materiil ketentuan Presidential Trileshold ke Mahkamah Konstitusi," kata Habiburokhman di Jakarta, Senin (18/6/2018).

Habiburokhman mengungkapkan ACTA beranggapan, pasal tersebut bertentangan dengan Pasal 6 UUD 1945 yang mengatur tentang syarat menjadi calon presiden dan Pasal 6A ayat (5) yang mengatur tata cara Pemilihan Presiden.

"Pasal 6 UUD 1945 sama sekali tidak mensyaratkan adanya dukungan 20 persen suara parpol di parlemen atau 25 persen suara sah nasional, tetapi Pasal 222 yang secara teknis seharusnya hanya mengatur tata cara pencalonan justru membuat syarat tambahan yang menyimpang tersebut," paparnya.

ACTA optimis MK akan menerima permohonan yang diajukan oleh pihaknya. Ia mengatakan, rencananya permohonan uji materi akan dilayangkan pada Kamis 21 Junu 2018.

"Kami yakin ada situasi konstitusional baru yang harus menjadi pertimbangan MK yang membuat perkara ini layak diperiksa kembali," ucapnya.[mr/inilah]

Category: 
Loading...