18 December 2018

Refleksi Idul Fitri: Indonesia Makin Terpuruk?

Oleh: Dian AK
Women Movement Institute

Jutaan, ratusan juta, atau bahkan tak terhitung jumlah umat Muslim yang melaksanakan sholat Idul Fitri di seluruh dunia. Moment setahun sekali ini memperlihatkan ketundukan yang sangat kepada Sang Maha Pencipta, menghadap pada kiblat yang satu dan merasa menjadi umat yang satu pula. Nampak nikmatnya menjadi orang Islam dan orang yang beriman menuntaskan tugas shaum dan merayakan hari kemenangan ini secara serentak.

Hanya saja moment kebahagiaan ini, tak semua merasakan hal yang sama. Di belahan bumi yang lain di Palestina misalnya kaum Muslim justru merasakan kesedihan yang sangat tak mampu berkumpul dengan sanak keluarga atau bahkan membeli baju baru lantaran kemiskinan yang sangat akibat konflik dengan Israel. Hal ini terjadi pula di negeri-negeri konflik lainnya yang tak mampu merasakan kebahagiaan di hari nan fitri ini.

Sementara itu kondisi kaum Muslim dalam negeri cukup menyedihkan pula. Berbagai bentuk mistik, pergaulan bebas dan pornografi maupun pornoaksi seakan menjadi tontonan sehari-hari yang sengaja disuguhkan. Selain itu, korupsi samakin merebak dan merata hampir di seluruh wilayah. Alih-alih diberantas, malah tindak pidana korupsi akan masuk RUU KUHP yang disinyalir akan menjadi tindak pidana umum. Hal ini pastinya akan mempersulit kerja KPK dalam menindaknya. Tak hanya sampai di situ, persoalan utang pun tak kunjung surut, malah utang luar negeri yang jumlah nominalnya tak rasional semakin menjerat Indonesia. Tentu semua ini menandakan kondisi negeri ini sangat memprihatinkan.

Selain itu, kondisi kaum Muslim pun menjadi terpuruk pula. Hal ini lantara isu dan fitnah yang sengaja diblow up besar-besaran seolah ajaran Islam yang dipersalahkan atas kasus terorisme dan radikalisme. Dan kaum muslim yang memegang erat Islam kaffah diseret ke ranah hukum. Hal ini berbeda dengan salah satu tokoh ternama yang sudah jelas sikapnya tak menampakkan wajah Islam yang sesungguhnya dalam memandang Israel sebagai negara penjajah, tak mendapat teguran apalagi sanksi hukum. Hanya saja semua ketidakadilan ini selalu ditampik dengan dalih yang tak masuk akal.

Sungguh publik sudah kenyang dengan drama-drama yang sengaja dicekoki untuk menutupi keterpurukan negeri ini. Sudah saatnya kaum Muslim sadar untuk merubah keadaan ini. Menuju keadaan yang lebih baik lagi dan diridhoi Allah. Tentunya hal ini tak bisa ditawar-tawar lagi untuk menuju pada kondisi Islami. Kondisi di mana akan ada keadilan yang nyata tak secara gegabah mengkriminalkan ulama-ulama dan yang berseberangan dengan penguasa. Kondisi di mana tak ada lagi kedzaliman dan kesenjangan sosial. Dan tak ada lagi tontonan-tontonan yang merusak akidah. Sungguh semua kondisi ideal ini akan ada tatkala Islam diterapkan secara keseluruhan dalam seluruh lini kehidupan.

Inilah hakekatnya kemenangan di hari yang fitri, tak hanya kemenangan secara individu menjadi pribadi yang takwa mampu melawan hawa nafsu, namun juga kemenangan secara sistemik di mana ketakwaan itu ada dalam skala negara. Melaksanakan perintahNya dan menjauhi laranganNya secara hukum, politik, ekonomi, sosial, dsb. Maka keterpurukan itu akan menjauh dan kemuliaan akan senantiasa hadir di negeri ini. Sebagaimana firmanNya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Surat Al-A’raaf : 96)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...