Politisi Gerindra : Pertemuan Jokowi-Prabowo bangun suasana harmonis

KONFRONTASI-Pertemuan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto telah membangun suasana yang lebih harmonis, khususnya dalam situasi perpolitikan nasional, ini yang dikatakan Politisi Partai Gerindra Edhy Prabowo.

"Satu hal yang kita tangkap, pertemuan ini jadi membangun suasana yang lebih harmonis di Indonesia," katanya di lokasi pertemuan Jokowi dengan Prabowo, di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat.

Dia mengatakan bahwa Prabowo Subianto selaku Ketua Umum Partai Gerindra memohon kader dan pendukungnya bisa menerima keterpilihan Jokowi sebagai Presiden RI.

"Sekarang pertarungan telah selesai. Beliau mohon kader Gerindra dan pendukung bisa terima. Pada akhirnya yang terpenting adalah bagaimana bisa hidup kondusif, permasalahan bisa cepat selesai, dan negara bisa besar," kata dia.

Edhy mengatakan pihaknya tidak pernah bertikai dengan kubu Jokowi. Namun dia tidak memungkiri pernah terjadi persaingan dan pertarungan politik.

"Pak Prabowo meminta maaf kalau ada hal-hal keras, itu pertandingan, tapi ini sudah selesai," jelas dia.

Edhy menekankan posisi politik Gerindra saat ini konsisten sebagai partai oposisi bersama Koalisi Merah Putih. Partainya akan menjadi penyeimbang dalam jalannya pemerintahan.

Lebih jauh Edhy mengatakan pertemuan Jokowi dengan Prabowo diawali dengan komunikasi yang dibangun politisi PDI Perjuangan Aria Bima dengan dirinya.

"Mas Bima telepon saya menanyakan kok Pak Prabowo tidak mau ketemu Pak Jokowi. Saya bilang tidak ada undangan, saya bilang kalau masalah ketemu Pak Prabowo pasti mau," beber Edhy.

Dia mengatakan percakapannya dengan Aria Bima lalu mengerucut kepada penentuan waktu dan lokasi pertemuan.

"Saya tanya tempatnya di mana, di Kertanegara atau di Hambalang. Kalau di Hambalang Pak Prabowo merasa terhormat sekali karena itu rumah pribadinya, tapi akhirnya di sini agar tidak terlalu jauh, dan jamnya jam 10.00 WIB pagi," kata dia.

Ketua MPR Zulkifli Hasan berharap Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bisa menghadiri pelantikan Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai presiden dan wakil presiden untuk periode 2014-2019. Menurut Zulkifli, kehadiran Prabowo dalam acara pelantikan itu merupakan kado terindah dari Prabowo untuk bangsa Indonesia.

"Kadonya buat kita nanti, insya Allah bila (Prabowo) hadir tanggal 20 (Oktober), itu kado terindah buat bangsa Indonesia," kata Zulkifli, di Kompleks Gedung Parlemen, Jakarta, Jumat (17/10/2014).

Hal itu disampaikan Zulkifli saat menjawab apakah menyiapkan kado khusus untuk Prabowo yang hari ini berulang tahun ke-63. Secara kebetulan, Zulkifli dan pimpinan MPR lain memiliki agenda bertemu dengan Prabowo untuk menyampaikan undangan pelantikan Jokowi-Jusuf Kalla pada sore nanti.

"Selamat ulang tahun Pak Prabowo, semoga panjang umur, sehat, dan sukses selalu," ujarnya.

Sebelumnya, Prabowo mengaku sedang ada sedikit masalah pribadi di luar negeri. Ia tidak menjelaskan masalah tersebut. Hanya, tanpa menyebut negara, Prabowo mengaku harus ke luar negeri malam ini atau Sabtu besok.

Mantan Danjen Kopassus itu mengaku akan berusaha hadir jika agenda di luar negeri bisa selesai pada Minggu (19/10/2014). (Baca: Prabowo Akan Hadiri Pelantikan Jokowi-JK? Ini Jawabannya)

Sejauh ini, pimpinan MPR terus mengupayakan kehadiran semua tokoh nasional dan ketua umum partai politik pada hari pelantikan Jokowi-JK. Sejumlah ketua umum yang telah menyatakan bakal hadir adalah Ketua Umum PAN Hatta Rajasa, Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie, dan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

(rol)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...