25 June 2019

Pintu Nusantara Untuk AHY Pasca Pilgub Jakarta

Oleh:  Ferdinand Hutahaean

AHY tentu wajar dan manusiawi mengalami rasa sedih ketika harus menerima kenyataan perolehan suara dalam pilkada gubernur DKI Jakarta kemarin 15 Pebruari 2017 yang secara mengejutkan menempatkan Agus Harimurti Yudhoyono pada urutan ketiga berdasar hitung cepat. Dengan jiwa seorang ksatria dan karakter pemimpin, AHY mengucapkan selamat kepada para kompetitornya.

Kekalahan dalam pilkada tersebut memang menyimpan banyak pertanyaan dan tentu menyisakan evaluasi terhadap internal tim pemenangan. Namun pertanyaan besar yang menggelayut dalam pikiran yang sulit diterima adalah, faktor yang menyebabkan suara AHY tergerus hingga lebih dari 50%. Dari rata-rata survay yang menempatkan suara AHY diangka 37% tergerus jatuh ke angka 17% atau sekitar 20% dari total suara hanya dalam 3 minggu. Tentu hal ini yang menjadi pertanyaan yang sulit dijawab.

*Dugaan tergerusnya suara AHY tersebut adalah telah terjadi sesuatu yang sangat signifikan yang mampu mempengaruhi suara pemilih, yaitu money politic dan rancangan sistematis kecurangan terhadap suara AHY. Tanpa sesuatu yang sangat signifikan seperti itu sangat tidak mungkin suara AHY tergerus. *Tidak ada alasan apapun yang bisa diterima sebagai jawaban tergerusnya suara AHY tersebut kecuali Money politic dan kecurangan terstruktur serta sistematis.

Meski kekalahan AHY tersebut tidak masuk akal hanya dengan perolehan suara di 17%, AHY telah mengucapkan selamat kepada pasangan Ahok dan Anies. Sebuah sikap ksatria dan mulia, meski proses penghitungan suara belum selesai dan pintu-pintu hukum dalam demokrasi masih terbuka misalnya menggugat segala kecurangan yang terjadi ke Mahkamah Kontitusi. Biarlah waktu berproses dan membuka kebenaran pada waktunya. Namun yang pasti, AHY kalah bukan karena tidak diinginkan rakyat tapi karena tidak diinginkan oleh kekuasaan.

Kekalahan AHY dalam pilgub ini bukanlah kekalahan yang menjadi akhir dari segalanya. Justru kekalahan ini adalah pintu terbuka yang disediakan Tuhan Yang Maha Esa untuk AHY menuju Nusantara. AHY sangat mungkin telah ditakdirkan untuk menjadi pemimpin nasional. AHY sangat mungkin disiapkan oleh sejarah untuk memimpin Indonesia  mengakhiri kelemahan kepemimpinan nasional saat ini. Waktu sedang menyiapkan AHY untuk memimpin perubahan  bangsa Indonesia kedepan.

Dengan demikian, seluruh pendukung AHY tidak perlu berkecil hati, sedih, kecewa boleh saja, tapi jangan terlalu lama bersedih dan menutup jalan menuju hal yang lebih besar. *Bangkitkan semangat perubahan yang lebih besar. Sebagaimana pesan AHY dalam sambutannya kemarin malam, AHY menyatakan bahwa sangat mungkin Tuhan punya rencana yang lebih besar, maka sudah sepatutnya seluruh pendukung AHY dan kader Partai Demokrat, mencari, menggapai dan mensukseskan rencana besar tersebut.[***]

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...