21 November 2017

Perppu untuk Bubarkan "Ormas Radikal", Represif!

Oleh: Aminudin Syuhadak
Pemerhati Sosial-Politik

Terhitung sejak 8 Mei 2017 pemerintah secara gegabah memaksakan kebijakan untuk membubarkan HTI. Alasan yang dikemukakan tampak sekali dipaksakan narasinya, terbukti dalam prosesnya mengalami beberapa revisi setelah di luar dugaan rezim tanpa menunggu tanggal berganti dukungan terhadap HTI dari segala elemen masyarakat mengalir deras. Mereka menolak keras rencana pemerintah. Fenomena luar biasa terjadi ketika dicetuskan "1000 advokat siap membela HTI" yang diinisiasi dan dipimpin langsung pengacara kelas wahid Prof. Dr. Yusril Ihza Mahendra, mereka siap dan ikhlas tanpa dibayar sepeser pun untuk memberi advokasi bagi HTI di srluruh wilayah Indonesia jika pemerintah melanjutkan ke proses pengadilan.

Setelah 2 bulan berlalu, tampak rezim ini terjebak pada blunder yang dibuatnya terkait prosedur pembubaran HTI. Para pengamat sudah bersuara lantang mengingatkan pemerintah bahwa langkah tersebut menabrak UU Ormas, belum lagi kritik dari masyarakat melalui berbagai lini media maupun forum-forum aspirasi, menggiring pemerintah pada situasi serba salah sampai-sampai Menkopolhukam sempat mengatakan "libur dulu" soal HTI.

Tetapi apa lacur, melihat peluang secara legal formal melalui UU sudah tidak memungkinkan karena intrik yang dilontarkan untuk memancing keadaan genting sudah tidak mempan, pemerintah dengan tidak fair mengambil shortcut yaitu nekat akan membubarkan HTI lewat PERPPU. Padahal Prof. Yusril sudah menegaskan jika itu ditempuh maka rezim telah melanggar UU dan itu justru menjadi bumerang karena bisa menjadi jalan untuk memakzulkan presiden.

Terlepas dari ada atau tidaknya tekanan dari pihak di balik layar, semestinya pemerintah bisa, bahkan harus, untuk bersikap adil, bijak dan objektif dalam memperlakukan HTI yang selama puluhan tahun kiprahnya di tengah masyarakat mampu menggali dan mengenalkan cetak biru perubahan negeri ini ke platform bernegara yang lebih baik, lebih strategis. Dan itu semua dilakukan secara terbuka dan sudah terbukti secara historis, empiris dan ilmiah. Itulah kenapa HTI diterima di setiap segmen masyarakat, dirasakan betul manfaat kehadirannya, ditandai dengan pembelaan yang luar biasa tanpa sekat, tanpa tekanan.

Dengan kenyataan besarnya pengaruh dan dahsyatnya kiprah nyata HTI di tengah masyarakat itu justru pemerintah seharusnya menjadikan HTI sebagai MOTOR UTAMA perubahan negeri ini le arah cita-cita kemerdekaan...BUKAN DENGAN MALAH MENGHALALKAN SEGALA CARA UNTUK MEMBUBARKANNYA!!!

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...