6 December 2019

Pernyataan Sikap: Aktivis 1977-78 Tolak Segala Bentuk Pelemahan KPK

Mengikuti secara seksama kondisi dan perkembangan yang terjadi berupa kemelut lembaga Negara KPK RI, akibat adanya Revisi UU KPK. Kami mencermati terjadi reaksi yang keras dikalangan masyarakat, mengingat Revisi UU KPK ini cacat formal karena tidak masuk dalam daftar prolegnas prioritas 2019.

 

Sangat kuat kesannya untuk kejar tayang dan dipaksakan pada akhir masa jabatan DPR-RI, tidak dilibatkannya elemen masyarakat sipil dan pimpinan KPK dalam pembahasan Revisi UU KPK merupakan kesalahan fatal DPR dan Pemerintah Jokowi saat ini. Menimbulkan reaksi dari pimpinan Lembaga Negara KPK yang masih formal menjabat.

 

Mengingat KPK didirikan merupakan amanah rakyat Indonesia diera Reformasi sebagai Lembaga Tinggi Negara yang bersifat extra ordinary yang berfungsi sebagai Lembaga Tinggi Negara sebagai pemberantas Korupsi , berbeda dengan lembaga ordinary/ biasa seperti Kepolisian dan Kejaksaan.

 

Dengan ini kami menyatakan :

 

1. Aktivis Pergerakan77-78 mengingatkan kepada Presiden RI dan DPR-RI untuk berhati-hati dalam melakukan Revisi UU KPK yang berakibat terhadap melemahnya fungsi KPK dalam memberantas Korupsi.

 

2. Meminta DPR-RI dan Presiden Jokowi untuk melakukan revisi UU KPK RI tidak terburu-buru dengan mengikuti prosedur secara benar dan melibatkan pimpinan Lembaga Negara KPK untuk ikut dalam pembahasan.

 

3. Agar melakukan revisi secara terbuka mengikut sertakan masyarakat anti korupsi dan para ahli serta akademisi.

 

4. Presiden lebih baik menghentikan pembahasan Revisi UU KPK untuk sementara waktu, sehingga proses pembahasan bisa berjalan secara benar dan baik oleh DPR yang baru.

 

5. Jika proses Revisi UU KPK, oleh DPR dan Presiden RI dilakukan secara terpaksa, dan terburu-buru serta tertutup dengan tidak mengindahkan kaidah proses demokrasi, ternyata melemahkan fungsi-fungsi KPK. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat Indonesia menolak UU tersebut dan mengajukan mosi tidak percaya terhadap DPR-RI dan Pemerintah.

 

6. Sebagai Lembaga Tinggi Negara yang Independen dengan tugas yang sangat khusus, merupakan keharusan bagi semua Komisioner KPK terpilih untuk mengundurkan diri dari jabatan dan kesatuan yang dia sandang. Jika tidak Komisioner yang bersangkutan harus mengundurkan diri dari KPK atau diberhentikan. Untuk hal tersebut Presiden harus punya ketegasan dan keberpihakan terhadap pemberantasan Korupsi.

 

Bandung-Jakarta, 16 September 2019

AKTIVIS PERGERAKAN 77-78 se INDONESIA

 

1. Aa Tarsono, SH. MH.

2. Ir. Achmad Syaifudin

3. Adang Sahardjo, SE

4. Ir. Ahmad Burhan

5. Ahmad Gani, BE.

6. Ait Syarif, B.Sc.

7. Drs. Alben Sidauruk

8. Ir. Alwis Dahlan

9. Dr. Andriyono Kilat Adhi

10. Dr. Ir. Anton Leonard

11. Drs. Apip Djajadisastra

12. Dr. AR Noor, MSi.

13. Drs. Aryanto Dina

14. Dr. Aswan Lubis, SpA. M.Kes.

15. Ir. Bambang Hario

16. Bambang Ekapurnama, MM.

17. Ir. Bambang Mardiyanto

18. Drs. Bashori Imron, M.Si.

19. Boy Albanik, M.Eng., NZCE., Ph.D.

20. Ir. Chairil Anwar

21. Dr. Ir. Dadan Gandana, MK., MSi.

22. Drs. Darwis Darlis

23. Dedi Sukardan, SH., MH.

24. Drs. Denny Agusta

25. Ir. Dharma Setiawan

26. Dindin Maolani, SH.

27. Ir. Djamilius, M.Sc

28. Ir. Dodi Rudianto

29. Ir. Doddy Sanjoto, MBA.

30. Ir. Eddy Asmanto

31. Ir. Elmier Amien

32. Elyan Virna Hakim

33. Endang Wuryaningsih, SH.

34. Drs. Ernawan S. Koesoemaatmadja. Psy. MBA.

35. Etty Koerniasih

36. Prof. Dr. Fauzie Hasibuan, SH., MH.

37. Gaos Sugiri

38. Gatot Sanyoto W.A, SH.

39. Drg. Hadi Kusuma

40. Haerul Subki

41. Drs. Hannan Situpora

42. Prof. Dr. Hari Azhar Aziz

43. Ir. Hari Purwanto

44. Ir. Harun Alrasyid

45. Helmansyah, SH.

46. Ir. Heri Hernanto

47. Hikmat Abidin, SM.Hk.

48. Ir. Imam Syafi’i

49. Ida Farida M.

50. Ida Nuraida

51. Ir. Ima Nurisa Ibrahim

52. Drs. Imam Wahyudi

53. Ir. Indra Adil

54. Ir. Iwan Mahardi

55. Ir. Iwan Djanwarsyah

56. Drs. Jimmy H. Siahaan, M.Si.

57. Ir. Jose Rizal Nasution

58. Ir. Kismono Hari Murty

59. Dr. Khaerulsyah Nasution, Sp.PD.

60. Drs. Komaruddin Rachmat

61. Ir. Liliek Sudirahardjo

62. Prof. Lukman Hakim, M.Sc., Ph.D.

63. Dr. Maqdir Ismail, SH., MH.

64. Ir. Martunus Haris, MSc., MM., MBA.,

65. Drs. M. Hatta Taliwang

66. Ir. M. Iqbal

67. Ir. M. Natsir Abbas, MS.

68. Ir. M. Ridlo Eisy

69. Drs. M. Syahrir, MZ

70. Drs. Moh. Thoher, SE.

71. Drs. Moch. Chatib Usman

72. Ir. Muchtar Hadi

73. Muhan E. Djani

74. Prof. Dr. Munar Lubis, Sp.A (K)

75. Drs. Musfihin Dahlan

76. Prof. Dr. Musni Umar

77. Prof. Dr. Nanat Fatah Natsir

78. Nurdin Lubis, SH., MH.

79. Ir. Pepen S. Padmawilaga

80. Drs. Rahmadi Hidayat

81. Ir. Roel Sanre

82. Ir. Sayuti Asathri

83. Ir. Sentu Bambang Hario

84. Sjam Soelbachri, SH.

85. Drs. Subur Dwiono, MM.

86. Dr. Ir. Suryo Adiwibowo

87. Susy Koesma

88. Ir. Suswanreksohardjo, MM.

89. Ir. Syafril Sjofyan

90. Ir. Syahrial Hamzah

91. Ir. Tito Roesbandi

92. Prof. Ir. Usman Nasution

93. Drs. Yayak Kencrit

94. Ir. Yose Rizal Nasution

95. Dr. Zulkifli Halim

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...