Pengamat Sosial Kemasyarakatan : Para politisi semestinya berkaca pada Founding Fathers

KONFRONTASI-Mengikuti perkembangan politik tanah akhir belakangan ini sungguh amat menarik, barangkali sepanjang Republik ini berdiri baru kali ini kita mengalami dinamika politik yang sangat-sangat dinamis. Usai Pilpres 2014 yang dimenangkan oleh kubu Indonesia Hebat sebagai Koalisi Partai Pendukung Pasangan Jokowi-JK dan dipihak lain Koalisi Merah Putih (KMP) barisan pendukung Pasangan Capres/Cawapres Prabowo-Hatta, yang menurut banyak pengamat merupakan pemilu paling brutal dan kasar, dua Kadindat Capres/Cawapres saling serang, penuh intrik, tipu daya juga permainan kotor. Alhasil Pelpres 2014 penuh catatan dan muncul ketidak puasan yang berujung pada Mahkamah Konstitusi.

Pengamat Sosial Kemasyarakatan yang juga Penyair Warih W Subekti, menyayangkan sikap dari Kubu Koalisi Merah Putih (KMP) yang hingga detik ini belum menyatakan selamat pada Presiden Terpilih Jokowi, disamping itu kelihatan KMP terus berupaya 'Megadakan Gerilya dan Perlawanan' pada Kubu Koalisi Indonesia Hebat dan ini ditandai dengan kemenangan KMP dalam mengegolkan UU Pilkada dan menguasai semua kursi di parlemen.

Sungguh amat disayangkan bila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hanya dipenuhi ambisi meraih kekuasaan untuk kepentingan, kelompok atau golongan sehingga mengabaikan kepentingan yang lebih besar yaitu kepentingan rakyat, bangsa juga negara, tambah Warih yang juga jebolan UNNES Semarang ini.

Lebih lanjut Warih yang juga Peneliti di LSM Freedom Foundation itu menghibau pada para tokoh, pimpinan partai untuk bertindak dewasa dan menunjukkan sikap kenegarawanan seperti yang telah ditujukan oleh Founding Fathers kita yakni Soekarno, Hatta, Syahrir dan Natsir, tak ayal mereka berseteru dalam berpolitik, tapi dalam kehidupan pribadi mereka adalah seorang sahabat sejati. Kita malu bila menyaksikan para wakil rakyat di lembaga terhormat itu berprilaku yang kekanak-kanakan, bagaimana wajah negeri ini di mata bangsa-bangsa lain. Bagaimana bangsa lain akan menghargai, menghormati dan segan pada kita bila perilaku kita terhadap bangsa sendiri seperti yang tercermin dari perilaku politisi di parlemen maupun di luar parlemen, pungkasnya. (Kf)

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...