16 December 2019

Pelayanan Barang Modal di Kemendag, Buruk!

Oleh: Muslim Arbi
Koordinator Industri dan Perdagangan-Indag Watch

Sejumlah pengusaha mengeluhkan buruk nya pelyanan soal Barang Modal di Kemendag. Keluhan itu di sampaikan kemarin kepada penulis, kemarin saat boncang2 di Kementrian Perdagangan, saat berkunjung ke Kantor Enggar itu. Catatan ini merupakan koreksi dan aspirasi yg di sampaikan, semoga dapat di baca di perbaiki. Sehingga mutu pelayanan bagi dunia usaha dapat berlangsung cepat, murah, efisien dan lancar.

Beberapa hal yang di keluhkan sebagai berikut:

1. Untuk impor barang modal tidak baru yang di lakukan secara ON LINE, tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional), seperti yang di keluarkan Mendag. Kalau Pengusaha yang datang menghadap pejabat yang memproses, di percepat. Sedangkan yang tidak datang menghadap, proses nya bisa 2 minggu atau sebulan. Padahal soal pelayanan cepat dan On Line itu sudah menjadi komitmen Mentri Enggar. Dari 5 unit yang menangani soal Importasi, soal barang modal paling dan paling lelet.
Alasan si pejabat yang memproses pun bertele tele, dan terkadang di cari cari. Jika demikian ada nya, maka dapat di pahami bahwa si pejabat tersebut ada kepentingan lain selain, pelayanan.

2. Soal Pelelangan Gula. Ini terkait dengan Nasib Pengusaha Kecil (UKM). Karena modal nya kecil, pasti kalah dengan pemilik modal besar dalam lelang. Kenapa Mendag lalkukan pelelanga dalam hal ini? Mendag harus menjelaskan soal ini. Jika ini terus di lakukan, pasti membunuh pengusaha kecil. Apakah itu yang di maui oleh Mendag?

3. Soal pembuatan Persetujuan Impor (PI). Apakah ada ketentuan, persetujuan impor yang di mohonkan harus mendapat rekomendasi dari kemenperin?. Jika tidak, itu illegal, mengada ada dan menghambat dunia usaha.

4. Ada pengusaha yang mengeluhkan pelayanan soal PI dan Kartu Kendali perusahaan nya. Karena sangat mendesak dan urgent untuk customer clearing (Bea Cukai). Untuk pengeluaran barang yang sudah lama tertahan di Pelabuhan, maka Direktur Impor sudah mengizinkan di pinjam dokumen asli nya agar proses pengeluaran barang nya dapat segera terlaksana, mengingat barang nya sangat di butuhkan untuk produksi untuk ekspor. Tapi staf (subdit) di impor itu tidak memberi respon dan pelayanan dengan baik. Terlihat semacam ada arrogansi kekuasaan di situ.

Mengingat hal2 yang di tulis di atas adalah penting untuk di cermati dan di koreksi, maka Mendag Enggar harus memperhatikan dan memperbaiki itu, jika ingin memperbaiki pelayanan terhadap dunia usaha, tanpa diskriminasi dan arrogansi. Tetapi sebalik nya hal2 penting ini tidak di indahkan, maka bisa saja Mentri dari Partai Nasdem ini, juga punya kepentingan lain. Wallahu'alam.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...