25 June 2019

Partai Nasdem yang Muda Saja Doyan Korupsi, Apalagi Partai Tua?

Oleh: Juftazani*

Partai Nasional Demokrat atau Partai NasDem didirikan pada tanggal 26 Juli 2011 di Jakarta. Relatif usia partai ini baru 4 tahun. Sebagai partai muda, partai ini penuh semangat, muda dan tentunya bersih dan sangat idealis dan “sepi in pamrih”. Selain itu, partai ini juga harusnya “rawe-rawe rantas, malang-malang putung”, apapun persoalan yang ada di tengah anggota dan di tengah rakyat Indonesia dengan cepat dan tanggap bisa diselesaikan.
Januari 2013, KPU menetapkan 10 partai politik yang lolos tahapan verifikasi administrasi dan faktual, dan menjadikan Partai NasDem sebagai satu-satunya partai baru yang lolos sebagai peserta Pemilu 2014. Ketua Partai adalah Surya Paloh, adalah tokoh media nasional yang cukup berpengaruh.
Dalam banyak orasi partai ini selalu menggembar-gemborkan kehidupan politik yang bersih, Restorasi  , Fitrah nya sebagai Negara Berdaulat.
Salah satu tujuan dari Partai NasDem ialah mengembalikan kebebasan Mahasiswa baik di saat permainan partai namun ranah akademis. Keinginan Partai Nasdem ini adalah menjadikan mahasiswa sebagai Agent of change atau Agen Perubahan.Sayang sekali perkembangan yang kita saksikan kian menggerus angan-angan untuk menjadikan mahasiswa sebagai Agent of change.
Mahasiswa yang menjadi tulang punggung Negara tak peduli lagi dengan Negaranya.


Fenomena Rio Capella dan Partai Muda
-----------------------------------------------

Cita-cita Nasdem yang ingin mencapai nilai-nilai idealisme yang sekarang sangat langka dan sulit dicari ranahnya yang murni, ternyata dalam arus waktu juga mengalami ketergerusan dan pergeseran yang signifikan. Bayangkan, partai muda Nasdem sebagai sebuah pohon yang baru tumbuh, seharusnya segar-bugar, bersih, hijau, tak dirubungi ulat (hama) pada pohonya yang baru berusia 4 tahun. Boro-boro menginginkan pohon Nasdem yang segar, hijau, muda, tak ada ulat (hama), sebagaimana partai tua yang sudah bobrok dan berulat dari akar sampai ke pucuknya.Berarti di Indonesia – tak ada pengecualian bagi partai apapun, apakah muda atau tua sama saja.

Adagium Lord Acton “Power tends to corrupt and absolute power corrupts absolutely” mau tidak mau, menjadi hama yang teramat mengerikan terhadap setiap kekuasaan di negeri ini. Untuk sebuah ilustrasi lain, Partai keadilan Sejahtera yang dengan idealisme yang lebih hebat dan lebih suci dari Nasdem, pun hancur oleh adagium Lord Acton tersebut.

Lord Acton mengeluarkan adagium tersebut berkaca kepada berdasarkan fenomena yang terjadi saat terjadi krisis besar di organisasi Katolik Romawi. Acton yang menelurkan adagiumnya itu pada tahun 1870 menegaskan pandangan-pandangannya dalam The Vatican Decrees. Lembaga setinggi dan sesuci Vatikan saja, memmerplihatkan tidak lurusnya sejarah lembaga tersebut dan tidak konsistennya sistem kepausan dalam organisasi keagamaan terbesar dan tertua di dunia.

Arie Sujito, Pengamat politik Universitas Gajah Mada (UGM) mengatakan status tersangka Rio Capella dalam kasus dugaan korupsi sangat merugikan NasDem sebagai partai yang baru pertama kali ikut pemilu dan mengusung konsep restorasi Indonesia.(Detik-Cnn, 16 10-2015)

Bahkan dengan bahasa yang sangat menyentuh dan sangat menyayangkan, Arie berceletuk:” “Bener-benar menjadi pukulan, mencoreng nama NasDem yang baru akan tumbuh menjadi partai besar,” tutur Arie kepada CNN Indonesia”.

NasDem  gencar mengusung jargon restorasi Indonesia, dimana salah satu poin utamanya dalam konsep restorasi tersebut adalah  anti korupsi.

Partai NasDem dalam situsnya menyebut bahwa fakta sekarang mental pejabat negara telah rusak, rasa malu di kalangan pejabat publik telah hilang, terlihat dari banyaknya pejabat yang tidak malu melakukan korupsi.

Partai NasDem, kemudian menambahkanbahwa  “Yang hilang disemai kembali. Rasa malu itu harus disemai kembali: Hukuman bagi para koruptor diperberat minimal 10 tahun penjara, tidak boleh ada remisi hukuman bagi koruptor, menjadikan sebuah pulau terluar sebagai penjara khusus bagi para koruptor.”  

Itu baru gambaran Nasdem dengan cuap-cuapnya di situs serta semangat pendirinya di berbhagai wawancara di televisi, atau media lainnya.

 

Menyangkut Janji Surya paloh akan Membubarkan Partai Nasdem
---------------------------------------------------------------------------------

Beberapa kali Surya Paloh sebagai ketua Partai Nasdem berjanji dan seakan bersumpah akan membubarkan partai Nasdem jika kadernya terbukti korupsi. Akan tetapi janji Surya Paloh ini hanya tinggal janji. Pemimpin Indonesia sekarang tak dapat lagi dipercaya, apa yang dijanjikan hanya pepesan kosong dan rakyat dianggap bodoh , telah lupa dengan apa yang pernah diucapkan pemimpinnya.

Setelah Rio Capella sebagai sekjen partai Nasdem tertimpa kasus korupsi, Surya Paloh tidak langsung membubarkan Partai Nasdem sebagaimana janjinya, justru hanya menyebutkan partai Nasdem Sebut “NasDem Terima Cobaan Berat”. (CNN, 15 /10-2015). Dan yang lebih mengenaskan lagi, Surya paloh bukannya langsung tak mau cuci tangan, sebagaimana janjinya, tapi kini mencuci tangan dengan berkata dalam sebuah forum: “Surya Paloh Sebut Ada Konspirasi Kaitkan Dirinya dengan Patrice.”(Konfrontasi, 15/10-2015).
"Kalau anda masih melihat wajah saya, saya benar-benar tidak mengetahui sebelumnya," ujar Paloh saat menjawab pertanyaan wartawan dalam konferensi pers di Kantor DPP Partai Nasdem, Jakarta Pusat, Kamis (15/10/2015).

Melihat fenomena partai termuda Nasional Demokrat sudah doyan korupsi, apalagi partai tua yang akar-akarnya, batang pohon dan dedaunnya sudah diliputi ulat korupsi yang demikian banyak? Maka tak ada yang dapat diharapkan dari partai apapun di negeri ini, kecuali amputasi terhadap semua partai politik dan kalu perlu bubarkan Negara ini, bikin Negara baru yang lebih konstitusional dan bertanggungjawab.

 

-----------------------------------
*Seorang Editor dan pengarang Novel “De Atjeh oorlog 1873 – 1890” serta novel “De Atjeh-oorlog : Djihad en Koloniaal Machtsvertoon “ yang kini sedang dimuat secara bersambung di Koran online www.konfrontasi.com

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...