Para Profesor dan Akademisi sedang ''Adu Benar'' terkait Omnibus Law,, Yang Tidak Sekolah Jangan Ikut Campur

PARA PROFESOR DOKTOR SEDANG ADU BENAR TERKAIT OMNIBUS LAW, YANG TIDAK SEKOLAH JANGAN IKUT CAMPUR.

OPINI-Saya yg insinyur ITB, 65 tahun dg pengalaman di multi national company, bekerja didalam dan luar negeri selama puluhan, tidak tahu kelompok profesor doktor ahli hukum tata negara dan bidang2 lainnya,  yg paling benar dalam perdebatan antar dewa tsb terkait omnibus law. Apalagi yg hanya s-1 dg prestasi akademi pas2an, kemungkinan besar mrk juga tdk paham apa2. Anehnya semua sok tahu dan sok paham, sehingga antar mereka yg dungu2 itu berkelahi satu sama lain.
Keadaan yg tragis dan menyedihkan ini terjadi diseluruh Indonesia, sampai anak2 sekolah pun ikut2an turun ke jalan. 
Khaos berjamaah ini adalah cermin gagalnya rezim berkuasa dan seluruh parpol pendirinya. Tapi saking tdk cerdasnya, mereka sampai tidak paham bahwa semua keributan ini merekalah penyebabnya. 
Dalam kehidupan ini, orang yg distempel paling dungu adalah orang yg tdk tahu bahwa dia tdk tahu, yang lebih rendah dari itu adalah orang yg tdk tahu bahwa dia tdk tahu tapi merasa paling tahu dan paling benar.  Sialnya kita saat ini dipimpin oleh jenis terakhir itu, jadi lebih baik kita selamatkan diri masing2 saja, cari uang yg banyak dan pindah ke pedalaman yg aman dan tdk bising oleh kegaduhan antar orang dungu. Jika tdk aman juga, segera pindah ke luar negeri, ke negara2 yg penduduknya cerdas2.
Jangan takut dianggap pengkhianat, karena dalam ajaran Tuhan, yg utama adalah keselamatan diri dan keluarga, bukan ikut campur dalam urusan orang2 dungu.

Solusi Menyelamatkan Rakyat Kita: Potensi NSF, Imbang Djaja, Pihak-Pihak  yang Perduli | Beningnews

Oleh Ir Imbang Djaja, alumnus ITB dan ARCO,USA

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...