Pancasila dan NKRI Tempat Berlindung para Koruptor?

Oleh: Nursyam
Anggota MT Khairunnisa Bal-Tim

Dilansir dari Redaksi CNBC Indonesia, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Raharjo, menyampaikan terkait fakta banyaknya angka korupsi di DPRD dan di DPR. Beliau mengatakan sampai saat ini KPK mendalami 225 perkara yang dilakukan oleh anggota DPR dan DPRD. Pejabat Kepala Daerah ada 110 perkara. Mereka semua diproses dalam kasus yang sama yakni  korupsi dan pencucian uang. Tercatat Menteri 27 lembaga, dan 208 perkara yang menjerat pejabat tinggi di instansi.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Gus Imam Nahrawi telah ditetapkan menjadi tersangka korupsi oleh KPK, Rabu (18/9/2019). KPK menyebut bahwa Imam Nahrawi menerima suap Rp26.5 miliar dalam kasus Dana Hibah KONI. Sebelumnya kasus yang sama menjerat  Gus Romy Hurmuzi yang diciduk oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) Jumat (15/3/2019). Ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus jual beli jabatan di kementerian Agama.

Bahwa para penjahat koruptor bukan mereka saja, tetapi masih banyak nama lain yang masuk dalam daftar antrean panggilan KPK. Salah satu nama yang paling mengejutkan juga muncul yaitu Lukman Hakim yang merupakan Menteri Agama yang tidak lepas dari  perbuatan tercela ini, Jakarta (29/5/2019). Haris Hasanuddin yang dipanggil ke pengadilan dalam tindak pidana korupsi menyebutkan bahwa Menteri Agama Lukman Hakim menerima uang Rp70 juta dalam dua kali pertemuan. Uang tersebut untuk melancarkan Haris duduk di kursi Kakanwil Kemenag Jawa timur.

Sangat sulit untuk dipercaya. Mengapa para pejabat  pemerintahan yang menjadi abdi Negara, pengayom masyarakat justru melakukan korupsi, yang jelas-jelas merugikan rakyat. Uang rakyat bukannya dipakai untuk membangun sarana dan prasarana dan membangun fasilitas untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat, mereka justru merengguk uang itu untuk dirinya, keluarganya, atau untuk kelompoknya. Kasus korupsi yang menjerat mereka adalah bukti perbuatan busuk, tidak jujur, tidak bermoral, dan menyimpang yang mereka lakukan. Korupsi adalah penyalahgunaan amanat yang tujuannya hanya untuk mendapatkan keuntungan sendiri.

Saya Indonesia, Saya Pancasila, Saya NKRI adalah kata-kata yang sering dikoarkan oleh mereka yang hanya dijadikan sebagai tembok untuk melindungi kelakuan busuk mereka agar tidak tercium oleh khalayak atau  masyarakat. Agar masyarakat menilai mereka adalah orang yang setia menjaga kesatuan dan persatuan Indonesia. Tak jarang pula mereka melontarkan kata - kata kebencian terhadap khilafah dan menuding ormas lain sebagai pemecah belah umat guna melindungi diri mereka sendiri.

Fitnah keji yang dilontarkan oleh seorang Imam Nahrawi yang menghimbau kepada para anggota pramuka agar gerakan pramuka bisa selalu menjaga Pancasila sebagai dasar negara. Jangan sampai ada faham atau isme  yang ingin yang dapat mencabut akar pramuka. Diapun menggambarkan  pemahaman seperti  yang diusung ormas HTI. Menurut  Imam, HTI adalah salah satu ormas yang ingin menghancurkan pancasila dan pemecah belah umat. Begitu juga tuduhan yang sengaja dihembuskan oleh Menteri Agama Lukman Hakim kepada masyarakat, bahwa khilafah yang diusung oleh HTI bukanlah dakwah Islam melainkan gerakan politik yang ingin menghancurkan empat pilar Negara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan bhinneka tunggal ika.

Tidak mengakui khilafah sebagai ajaran Islam dan memfitnah ormas Islam sebagai pemecah belah umat, atau menuduh bahwa perpecahan yang ada saat ini dise6bab adanya ormas yang mencuci otak masyarakat merupakan  tuduhan atau fitnah yang sengaja mereka lakukan tak lain adalah untuk melindungi setiap kelakuan busuk mereka. Namun apa daya ibarat menyembunyikan sampah yang pada akhirnya akan tercium juga aroma busuknya. Bahwa  Sepintar pintarnya mereka  menyembunyikan kejahatannya namun Allah maha mengetahui segalanya sesuatu. Allah memiliki berbagai macam cara menghukum para penentang syariatnya.  Saat ini khilafah tidak lagi menjadi sesuatu yang asing di telinga  masyarakat. Mereka sudah faham akan wajibnya mendirikan khilafah.

Khilafah merupakan syariat Allah SWT dan kabar gembira yang dikabarkan oleh Rasulullah dan pasti akan kembali tegak di bumi Allah. Sekaranglah  saatnya umat bergabung, bersatu untuk berjuang menegakkan khilafah. Semoga Allah melembutkan setiap hati kaum muslimin dan menyatukan mereka dalam keimanan serta mengokohkan mereka dalam memperjuangkan syariat Islam yakni menegakkan khilafah.

Hanya dalam naungan khilafah yang dipimpin  seorang khalifah di mana bukan  hanya kaum muslimin tetapi seluruh manusia yang bernaung di dalamnya akan merasakan kesejahteraan. Karena kholifah dalam kepemimpinan khilafah akan senantiasa menjaga umatnya selalu dalam ketaatan kepada Allah, menjalankan seluruh syariat-NYA dan apabila seluruh perintah Allah dijalankan dengan baik maka bukan hanya kesejahteraan di dunia yang akan dirasakan oleh umat melainkan sejahtera hingga akhirat. Wallahu alam bishowab

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  

loading...