Mudah-Mudahan Papua tetap di pangkuan NKRI selama saya masih Hidup

KONFRONTASI- Sejak awal berdirinya NKRI para pendiri bangsa SUDAH PAHAM jika tidak ada KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA mk NKRI akan bubar. Para perancang UUD 45 juga sangat paham bahwa semua sumber daya alam yg menyangkut kehidupan orang banyak harus DIKELOLA OLEH NEGARA utk kepentingan dan dinikmati rakyat secara ADIL DAN BERADAB.

Sejak masuk sekolah rakyat ( sekarang jadi SEKOLAH DASAR) sampai lulus dr ITB , berbagai pelajaran tentang tata cara hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terus2an diajarkan dan dididikkan oleh para guru dan para dosen. Saat inipun para tokoh nasional berkelas negarawan selalu mengingatkan kita semua segala hal terkait kehidupan berbangsa dan bernegara, sehingga tidak ada alasan lagi bagi kita utk mengatakan TIDAK TAHU. Termasuk bagi saya yg sdh masuk kategori kakek2 ini, semua yg terjadi saat ini saya pahami apa dampaknya bagi NKRI.
Saat masih aktif saya pernah akrab dg pak Yudi asli Papua, beliau sering kerumah saya membawa para pemuda/i, pelajar dan mahasiswa Papua dr berbagai Suku se JABODETABEK. Saya bantu mereka dg dana bulanan utk menambah dana yg mrk terima, karena itu saya jadi akrab dg orang2 Papua. Saya tdk hafal suku dan namanya, tapi semua sangat santun dan hangat. Sebelumnya saat saya masih di Sekolah Asisten Apoteker, sy bergaul akrab dg para anggota Mapala UI, mrk sering bercerita tentang Irian Jaya. Saya kenal dg alm Herman Lantang, Rudy Badil, Kasino, Dono, Nanu, dll saat ikut2an merayakan 17 agustus di puncak Gunung Gede.
Saya sekarang jadi pengamat dan pemberi informasi dalam rangka mengabdi pada NKRI.
Berdasarkan pembicaraan LANGSUNG dg sahabat2 dari Papua, ada hal yg harus saya sampaikan. Para sahabat Papua yg PRO NKRI saat saya tanya dan saya minta mereka jawab dg sejujurnya mengatakan bahwa mereka INGIN MERDEKA. Saya tanya juga apa alasannya dan mereka menjelaskan apa adanya. Terlepas pro kontra yg ada, saya hanya ingin menyampaikan logika sederhana bahwa SAUDARA2 KITA YG PRO NKRI SAJA INGIN MERDEKA, apalagi yg anti NKRI.
Saya dapat berbagai informasi dr sahabat2 intelijen, para pengusaha, para profesional, para ulama, para politikus, para aktifis, para mahasiswa dan pelajar, baik yg penduduk asli Papua dan para pendatang, semua saya rangkum, analisa dan simpulkan. 
Kesimpulan saya adalah, pisahnya Papua dr NKRI hanya masalah waktu saja dan saya paham jika itu terjadi, terlalu banyak alasan yg mendukung lepasnya Papua dr Indonesia. Saya tdk perlu uraikan satu persatu, jd bagi yg berkepentingan silakan cari sendiri ke lapangan fakta2nya.
Hanya orang2 yg membutakan matanya, menulikan telinganya dan membohongi akal pikirannya saja yg mengatakan TIDAK ADA MASALAH DI PAPUA.
Saya MAUNYA NKRI BERSATU seperti yg diniatkan para RAJA2 NUSANTARA saat melepaskan hak politiknya pada Sukarno. Tapi fakta hari ini jauh dari harapan para Raja dan Sultan yg rela tanah2 dan wilayah2 kerajaannya diposisikan secara ADMINISTRASI dibawah Bung Karno. Jadi sangat wajar jika para Raja dan Sultan itu menjadi tdk rela ketika tanah yg tadinya dimaksudkan utk kesejahteraan rakyat secara adil dan merata, sekarang dimiliki oleh segelintir orang yg BUKAN ASLI INDONESIA. Wajar saja jika para Raja dan Sultan menarik kembali komitmennya krn realita yg ada tidak sesuai dg komitmen para pendiri bangsa dg mereka dulu.
Saya tidak akan susah atau kecewa jika sebentar lagi NKRI BUBAR, karena saya yakin yg bubar hanya pemerintahannya atau negaranya saja, tapi bangsanya tetap ada sampai kiamat. Insya Allah pada saatnya semua akan akur lagi, sama seperti yg pernah terjadi di zaman Sriwijaya dan Majapahit dulu.
Saat ini upaya2 dan perbuatan  yg dilakukan berbagai pihak berkuasa dan kaya raya resultante nya adalah BUBARNYA NKRI, bukan kokohnya NKRI.
Jika semua pejabat mendengarkan dan mematuhi saran2 para akademisi, peneliti, pengamat, pemerhati dan para aktifis yg berjiwa negarawan, yg mereka sampaikan lewat berbagai kesempatan puluhan tahun terakhir ini, insya Allah NKRI akan makin kokoh, tapi jika semuanya masih seperti ini, saya sudah siap jika NKRI BUBAR.
Salah satu kelompok yg paling paham sejarah dan apa yg terjadi di Indonesia adalah KELOMPOK JATIPADANG yang dipimpin oleh Mas Suko Sudarso. Beliau ber-kali2 mengingatkan para tokoh bangsa, termasuk para Presiden saat masih jadi Calon Presiden, sayangnya SETELAH JADI PRESIDEN SEMUANYA LUPA DIRI.
Saya hanya menyampaikan dan mengingatkan saja, jika tdk terlalu sombong sebaiknya para penguasa sowan ke Pak Suko Sudarso dkk  di  FFH (Founding Fathers House) , Jatipadang Pasar Minggu Jakarta, silakan belajar lagi tentang bangsa dan negara Indonesia, agar tdk terjadi lagi kasus2 yg memalukan dan menghebohkan spt kasus RUU HIP, Joko Chandra, boikot NU dan Muhammadiyah,  Gibran dan Boby nya Jokowi sampai penilaian OXFORD yg hanya memberi nilai D pada Indonesia dalam menangani Covid 19. 
Saya akhirnya hanya berusaha ''dipaksa'' ikhlas menerima, jika NKRI tidak punya PAPUA lagi, akibat kesalahan para  elite penguasa. Mungkin pergantian rezim menjadi syarat bagi perubahan di Papua yang lebih baik agar Papua tetap di pangkuan NKRI.Sejarah akan bicara.

Imbang Djaya : Pemerintah NKRI Dalam Keadaan Lumpuh Dan Tidak ...

Oleh Ir Imbang Djaja, alumnus Geologi ITB dan ARCO Texas USA.. .

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA